Mau Turun Berat Badan Tanpa Kulit 'Kendur'? Kata Ahli, Begini Triknya
Oleh sebab itu, peneliti dari Kanada mencari tahu bagaimana pola yg tepat agar lemak mampu dibakar sambil membentuk otot. Jawabannya, kontrol berat badan, kontrol asupan kalori dan konsumsi protein dengan seimbang.
"Studi kita menemukan bahwa agar pembentukan otot dan pembakaran lemak mampu terjadi pada ketika yg bersamaan, maka keseimbangan antara latihan dengan asupan protein menjadi kuncinya," tulis para peneliti dari McMaster University di Ontario, seperti dikutip dari Daily Mail, Jumat (29/1/2016).
Dalam studi ini, 40 responden pria diminta buat menjalani program latihan rutin sambil mengurangi asupan kalori mereka rata-rata sebanyak 40 persen. Mereka dibagi menjadi beberapa kelompok, kelompok pertama mengonsumsi diet tinggi protein; sementara kelompok kedua mengonsumsi diet rendah protein.
Hasilnya, kelompok pertama mendapatkan pembentukan otot yg lebih tinggi dan lebih cepat, dibandingkan dengan kelompok kedua. Selain itu, kelompok pertama juga kehilangan lebih banyak lemak tubuh.
"Meskipun kebanyakan dari mereka merasa sulit, tetapi justru itulah yg ingin kalian lihat. Apakah mungkin pembentukan otot dikerjakan sekaligus dengan pembakaran lemak. Dan ternyata hasilnya sangat mungkin," tutur salah seorang peneliti, Stuart Phillips.
Baca juga: Rajin Fitnes di Gym Tapi Diet Tak Dikontrol, Efeknya Nol
(ajg/vit)
Sumber: http://health.detik.com
Oleh sebab itu, peneliti dari Kanada mencari tahu bagaimana pola yg tepat agar lemak mampu dibakar sambil membentuk otot. Jawabannya, kontrol berat badan, kontrol asupan kalori dan konsumsi protein dengan seimbang.
"Studi kita menemukan bahwa agar pembentukan otot dan pembakaran lemak mampu terjadi pada ketika yg bersamaan, maka keseimbangan antara latihan dengan asupan protein menjadi kuncinya," tulis para peneliti dari McMaster University di Ontario, seperti dikutip dari Daily Mail, Jumat (29/1/2016).
Dalam studi ini, 40 responden pria diminta buat menjalani program latihan rutin sambil mengurangi asupan kalori mereka rata-rata sebanyak 40 persen. Mereka dibagi menjadi beberapa kelompok, kelompok pertama mengonsumsi diet tinggi protein; sementara kelompok kedua mengonsumsi diet rendah protein.
Hasilnya, kelompok pertama mendapatkan pembentukan otot yg lebih tinggi dan lebih cepat, dibandingkan dengan kelompok kedua. Selain itu, kelompok pertama juga kehilangan lebih banyak lemak tubuh.
"Meskipun kebanyakan dari mereka merasa sulit, tetapi justru itulah yg ingin kalian lihat. Apakah mungkin pembentukan otot dikerjakan sekaligus dengan pembakaran lemak. Dan ternyata hasilnya sangat mungkin," tutur salah seorang peneliti, Stuart Phillips.
Baca juga: Rajin Fitnes di Gym Tapi Diet Tak Dikontrol, Efeknya Nol
(ajg/vit)
Sumber: http://health.detik.com