Terjatuh Dalam Posisi Duduk Bisa Sebabkan Kebutaan? Ini Kata Dokter
Seperti disampaikan oleh dr Pukovisa Prawirohardjo, SpS, dari divisi neurotrauma RS Cipto Mangunkusumo Jakarta, bahwa jatuh dalam posisi duduk tak terus menimbulkan kebutaan.
"Jatuh dalam posisi duduk semata-mata tak menyebabkan kebutaan. Namun orang jatuh umumnya benturan tak cuma di sesuatu tempat saja. Kebutaan baru terjadi seandainya ada kerusakan di mata, saraf mata, atau otak bagian pusat penglihatan. Sehingga cuma terjadi pada benturan di mata, saraf mata, maupun kepala dengan arah gaya jatuh depan-belakang," tutur dr Pukovisa kepada detikHealth , seperti ditulis pada Senin (1/2/2016).
Baca juga: Setelah Baca Klarifikasi Dokter Ini, Konfiden Masih Mau Gemeretakkan Leher?
Jatuh disebut-sebut paling berisiko menimbulkan kebutaan seandainya kejadiannya adalah saat seseorang hendak duduk namun kursinya ditarik, sehingga orang tersebut kemudian lantas terjatuh dalam posisi bokong terbentur lantai. Apa kata dokter?
"Jika kejadiannya karena ditarik kursi ke belakang, kemungkinan kebutaan terjadi bukan karena jatuh terduduknya, tapi akibat ayunan benturan kepala ke belakang dan terantuk kursi dengan keras," imbuh dr Pukovisa.
Pendapat ini diamini oleh dr Yuda Turana, SpS dari Fakultas Kedokteran UNIKA Atma Jaya. Menurutnya, pusat penglihatan berada di mata, saraf mata dan berakhir di persepsi penglihatan pada otak besar bagian belakang (lobus oksipital). Oleh sebab itu, jatuh dalam posisi duduk tak menyebabkan kebutaan, kecuali kepala ikut terbentur b erat.
Meskipun demikian, bukan berarti jatuh dalam posisi duduk tidak berisiko. Pakar bedah saraf dari Dunia Hospital, dr Roslan Yusni Al Imam Hasan, SpBS menegaskan bahwa keadaan ini tetap berbahaya. Selain dapat menyebabkan fraktur (patah) tulang belakang yg berujung pada kelumpuhan, jatuh terduduk bila yg terbentur adalah tulang ekornya maka tetapi mampu menyebabkan cedera di segala ruas tulang belakang dan menimbulkan cedera otak.
Baca juga: Hati-hati, Jatuh Terduduk Juga Dapat Bahayakan Saraf
(ajg/vit)
Sumber: http://health.detik.com
Seperti disampaikan oleh dr Pukovisa Prawirohardjo, SpS, dari divisi neurotrauma RS Cipto Mangunkusumo Jakarta, bahwa jatuh dalam posisi duduk tak terus menimbulkan kebutaan.
"Jatuh dalam posisi duduk semata-mata tak menyebabkan kebutaan. Namun orang jatuh umumnya benturan tak cuma di sesuatu tempat saja. Kebutaan baru terjadi seandainya ada kerusakan di mata, saraf mata, atau otak bagian pusat penglihatan. Sehingga cuma terjadi pada benturan di mata, saraf mata, maupun kepala dengan arah gaya jatuh depan-belakang," tutur dr Pukovisa kepada detikHealth , seperti ditulis pada Senin (1/2/2016).
Baca juga: Setelah Baca Klarifikasi Dokter Ini, Konfiden Masih Mau Gemeretakkan Leher?
Jatuh disebut-sebut paling berisiko menimbulkan kebutaan seandainya kejadiannya adalah saat seseorang hendak duduk namun kursinya ditarik, sehingga orang tersebut kemudian lantas terjatuh dalam posisi bokong terbentur lantai. Apa kata dokter?
"Jika kejadiannya karena ditarik kursi ke belakang, kemungkinan kebutaan terjadi bukan karena jatuh terduduknya, tapi akibat ayunan benturan kepala ke belakang dan terantuk kursi dengan keras," imbuh dr Pukovisa.
Pendapat ini diamini oleh dr Yuda Turana, SpS dari Fakultas Kedokteran UNIKA Atma Jaya. Menurutnya, pusat penglihatan berada di mata, saraf mata dan berakhir di persepsi penglihatan pada otak besar bagian belakang (lobus oksipital). Oleh sebab itu, jatuh dalam posisi duduk tak menyebabkan kebutaan, kecuali kepala ikut terbentur b erat.
Meskipun demikian, bukan berarti jatuh dalam posisi duduk tidak berisiko. Pakar bedah saraf dari Dunia Hospital, dr Roslan Yusni Al Imam Hasan, SpBS menegaskan bahwa keadaan ini tetap berbahaya. Selain dapat menyebabkan fraktur (patah) tulang belakang yg berujung pada kelumpuhan, jatuh terduduk bila yg terbentur adalah tulang ekornya maka tetapi mampu menyebabkan cedera di segala ruas tulang belakang dan menimbulkan cedera otak.
Baca juga: Hati-hati, Jatuh Terduduk Juga Dapat Bahayakan Saraf
(ajg/vit)
Sumber: http://health.detik.com