Kamis, 28 Januari 2016

test: Astaga! Bobot Turun Jadi 37 Kg Gara-gara Terobsesi Paha Ramping

Astaga! Bobot Turun Jadi 37 Kg Gara-gara Terobsesi Paha Ramping


Berkshire, Sering melihat foto-foto wanita dengan thigh gap (celah paha) di media sosial membuat Kirsty Bonnick (22) terobsesi memiliki tubuh ramping. Sebab, adanya celah paha yg cukup lebar dianggap Kirsty sebagai bentuk tubuhnya yg ideal dan langsing.

Di tahun 2013, saat ia berkuliah di jurusan Hayati di University of Glamorgan, Kirsty merasa tubuhnya sangat buruk dengan berat badan 63 kg. Kesal dengan bentuk tubuhnya sendiri. Kirsty lantas berolahraga setiap hari selama tiga jam.

"Saya benci melihat perut aku yg tebal dan otot kaki aku yg besar. Saya ingin menjadi gadis-gadis di luar sana dengan perut rata dan ramping dulu memiliki thigh gap," kata Kirsty seperti dikutip dari Daily Mail, Kamis (28/1/2016).

Di bulan Maret 2014, berat badan Kirsty turun menjadi 57 kg dan ukuran pakaiannya pun berkurang dari 12 menjadi 8. Meski teman, kekasih, dan keluarga merasa ada yg salah dengan dirinya, tetapi Kirsty meyakinkan mereka bahwa dirinya baik-baik saja.

Baca juga: Makan 200 Kalori Sehari karena Anoreksia, Bobot Emma Pernah Hanya 31 Kg

Namun, thigh gap tetap tak dapat didapatkan Kirsty hingga ia lebih nekat yakni cuma mengasup 500 kalori per hari. Kemudian, ia tidak mengurangi sesi latihannya dengan melakukan kardio. Setelah pahanya mengecil, Kirsty coba memfotonya dan mengungganya di media sosial tetapi tetap saja, ia tak pernah mampu merasa seperti gadis-gadis lainnya.


Foto: Hotspot Media/Daily Mail


Akibat tubuhnya yg makin kurus, Kirsty cuma dapat tidur tiga jam sehari. Tulangnya yg terlalu menonjol membuat ia tidak nyaman ketika berbaring di tempat tidur. Di kampus pun, Kirsty gampang ngantuk, tak konsentrasi, dan gampang tergelincir karena tubuhnya terasa lemas. Hingga di bulan September 2014, bobot Kirsty tinggal 37 kg. Kondisinya pun membuat sang ibu, Karen (49) khawatir.

"Setelah diajak ibu ke RS, aku diketahui mengidap anoreksia athletica atau hypergymnasia di mana aku terobsesi buat berolahraga berlebihan dan membatasi makan dengan ekstrem. Awalnya, ibu mengira aku terkena diabetes karena aku kurus dan kelihatan lelah," papar Kirsty.

Pada bulan Oktober 2014, kesedihan sang ibu, kekasih, dan keluarganya seakan menyadarkan Kirsty. Dengan bantuan tenaga medis dan orang tuanya, Kirsty kembali coba 2.500 kalori per hari. Perubahan jumlah kalori yg diasup kerap membuat ia merasa kembung, mual, dan tak nyaman.

Meski begitu, Kirsty tetap berjuang men gembalikan berat badannya. Sampai di bulan April 2015, bobotnya mampu kembali mencapai 57 kg. Dari apa yg ia alami, Kirsty menekankan pada para remaja bahwa bersikap realistis terhadap bentuk tubuh amat penting. "Memiliki thigh gap benar-benar tujuan yg tak realistis. Untuk itu, kalian perlu sekali mencintai tubuh kalian sendiri dan tidak lupa bagi selalu menjaga kesehatan," pesan Kirsty.

Baca juga: Susah Gemuk karena Makan Mi Instan Melulu? Salah, Justru Isinya Kalori Semua


(rdn/vit)
Sumber: http://health.detik.com

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : test: Astaga! Bobot Turun Jadi 37 Kg Gara-gara Terobsesi Paha Ramping