Sabtu, 13 Februari 2016

test: Gelombang Gravitasi Ditemukan, Salah Satu Penelitinya Mengidap Demensia

Gelombang Gravitasi Ditemukan, Salah Satu Penelitinya Mengidap Demensia


Jakarta, Inovasi gelombang gravitasi disambut dengan penuh suka cita oleh para fisikawan. Sayang, salah seorang ilmuwan yg terlibat dalam penelitian ini tidak mampu ikut merayakan karena mengidap demensia.

Nama Prof Emeritus Ronald Drever dari Glasgow University patut dicatat dalam sejarah. LIGO (Laser Interferometer Gravitational-Wave Observatory) yg digunakan buat membuktikan keberadaan gelombang gravitasi, lahir berkat campur tangan Prof Drever.

Namun kini, profesor berusia 85 tahun tersebut tengah dirawat karena mengidap demensia alias pikun. Ia tak dapat ikut merayakan keberhasilan riset gelombang gravitasi yg sekaligus sudah membuktikan kebenaran teori warisan sang fisikawan legendaris, Albert Einstein.

Prof Drever ketika ini men jalani home care di dekan Edinburgh. Bagaimanapun, para kolega tetap mengenang jasa sang profesor.

"Dia menemukan dua fitur kunci, khususnya daur ulang sinar laser buat meningkatkan panjang path secara efektif," kata Pakar Astronomi Kerajaan Inggris, Sir Martin Rees seperti dikutip dari Telegraph, Sabtu (15/2/2016).

Baca juga: Disetrum Taser, Otak Dapat Kehilangan Ingatan Sementara

Gelombang gravitasi ditemukan baru-baru ini setelah melalui riset panjang selama puluhan tahun. Temuan ini memberi pandangan baru buat para ilmuwan dalam mengungkap salah sesuatu misteri terbesar dalam teori penciptaan alam semesta, yakni Big Bang.

Riset ini melibatkan pengukuran gelombang kejut yg sudah menjelajah ruang angkasa selama 1,3 juta tahun sejak beberapa lubang hitam bertabrakan. Gelombang ini tertangkap setelah alat pemantau mendeteksi gangguan 1 per 10 ribu kali lebar nukleus d alam sebuah atom.

Baca juga: Tanda-tanda Penyakit Dilihat dari Cara Berjalan

(up/vit)
Sumber: http://health.detik.com

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : test: Gelombang Gravitasi Ditemukan, Salah Satu Penelitinya Mengidap Demensia