Sabtu, 30 Januari 2016

test: Beredar Pesan Berantai Tentang Zika, Dinkes DKI Belum Terima Laporan Kasus

Beredar Pesan Berantai Tentang Zika, Dinkes DKI Belum Terima Laporan Kasus


Jakarta, Sebuah pesan berantai tentang virus zika beredar belakangan ini. Disebutkan dalam pesan tersebut, Dinas Kesehatan DKI Jakarta memberikan sejumlah imbauan terkait virus yg menggemparkan Amerika Latin tersebut.

Pesan yg sama juga mengamarkan bahwa virus zika sudah menjangkiti kawasan Bintaro, Tangerang Selatan. Seorang perempuan 61 tahun yg juga bos sebuah produk fashion ternama, dikabarkan meninggal karena virus tesebut.

Kepada detikcom hari ini, Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta dr Koesmedi membantah kabar tersebut. Pihaknya tak mengeluarkan edaran apapun terkait virus zika, termasuk soal adanya masalah di Tangerang Selatan.

"Belum ada laporan ke aku sampai ketika ini," kata Koesmedi, dikutip dari detiknews.


Baca juga: Waduh, Virus Zika Dapat Ditularkan Lewat Sperma? 

Virus zika masih berkerabat dengan virus dengue, yakni virus penyebab demam berdarah dengue (DBD). Vektor atau hewan yg menularkannya juga sama, yakni keluarga nyamuk Aedes terutama Aedes aegypti dan Aedes albopictus.

Infeksi virus ini umumnya bersifat ringan atau mild, dan mulai sembuh dengan sendirinya. Namun belakangan, virus ini menggemparkan Amerika Latin karena epidemi zika di wilayah tersebut dibarengi dengan peningkatan perkara mikrosefali atau gangguan pertumbuhan otak pada bayi.

Pesan berantai yg beredar, dan sudah dibantah oleh Dinkes DKI, menyebut dua anjuran sebagai berikut:

1. Waspada wabah ZIKA, gejala hampir sama dengan Demam Berdarah (DB) panas tinggi
2. Penularan melalui nyamuk Aedes Aegypti.
3. Semprot kamar selain ketika tidur malam juga siang hari
4. Jaga kebersihan lingkungan rumah
5. Jaga pertahanan tubuh makan minum yg bersih dan panas
6. Hindari minum es.(up/vit)
Sumber: http://health.detik.com

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : test: Beredar Pesan Berantai Tentang Zika, Dinkes DKI Belum Terima Laporan Kasus