Dengan Imunisasi Dasar, Risiko Pneumonia Pada Anak Bisa Ditekan
Oleh karena itu, kejadian pneumonia pada kelompok umur tersebut dapat berakhir fatal bila tidak ditangani dengan baik. Profesor Dr dr Bambang Supriyatno, SpA (K) menyampaikan bahkan pneumonia adalah penyebab kematian anak tertinggi setelah diare di dunia.
Untuk mencegah anak terserang pneumonia ada dua hal yg mampu dilakukan. Misalnya saja dengan menjaga kualitas udara rumah, mengonsumsi diet bernutrisi seimbang, dan juga dengan memberikan imunisasi. dr Bambang menyampaikan imunisasi dasar cukup buat mencegah terjadinya pneumonia meski memang ada imunisasi khusus buat penumonia.
Imunisasi dasar adalah imunisasi yg diberikan secara gratis karena disubsidi oleh pemerintah. Model dari imunisasi ini di antaranya seperti vaksin polio, campak, dan hepatitis B.
"Imunisasi dasar ini mampu menolong mencegah pneumonia karena dia memberikan perlindungan tambahan dari penyakit-penyakit yg mampu melemahkan imun. Ini perlu dilakukan," kata dr Bambang saat memberi kuliah umum di Universitas Atma Jaya Pluit, Jakarta, Sabtu (30/1/2016).
Baca juga: Vaksin Apa Saja yg Perlu dan Nir Diperlukan Bayi?
"Campak itu sendiri mampu menurunkan daya tahan tubuh. Saat kena campak anak mampu kena pneumonia, bahkan saat campaknya telah sembuh juga pneumonia itu mampu menyerang karena sistem imunnya masih lemah," imbuh guru besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia ini.
Tantangan buat menekan angka pne umonia di Indonesia ketika ini menurut dr Bambang selain kemiskinan adalah masih adanya orang tua yg menolak anaknya divaksin. dr Bambang menegaskan bahwa anggapan-anggapan miring yg mungkin beredar di masyarakat terkait vaksin tak benar.
"Dulu orang enggak mau vaksin karena bayar, sekarang udah gratis. Terus enggak mau karena katanya di sekolah sesuatu jarum dipakai ramai-ramai, ya enggak lah itu kan malah bikin penyebaran penyakit berisiko. Kita jarumnya telah canggih kok enggak seperti zaman lalu yg dari stainless tiap suntik harus dibakar," tutup dr Bambang.
Baca juga: Anak Idap Radang Paru-paru, Begini Kisah Yanah 'Tolak' Anjuran Sufor Dokter
(fds/rdn)
Sumber: http://health.detik.com
Oleh karena itu, kejadian pneumonia pada kelompok umur tersebut dapat berakhir fatal bila tidak ditangani dengan baik. Profesor Dr dr Bambang Supriyatno, SpA (K) menyampaikan bahkan pneumonia adalah penyebab kematian anak tertinggi setelah diare di dunia.
Untuk mencegah anak terserang pneumonia ada dua hal yg mampu dilakukan. Misalnya saja dengan menjaga kualitas udara rumah, mengonsumsi diet bernutrisi seimbang, dan juga dengan memberikan imunisasi. dr Bambang menyampaikan imunisasi dasar cukup buat mencegah terjadinya pneumonia meski memang ada imunisasi khusus buat penumonia.
Imunisasi dasar adalah imunisasi yg diberikan secara gratis karena disubsidi oleh pemerintah. Model dari imunisasi ini di antaranya seperti vaksin polio, campak, dan hepatitis B.
"Imunisasi dasar ini mampu menolong mencegah pneumonia karena dia memberikan perlindungan tambahan dari penyakit-penyakit yg mampu melemahkan imun. Ini perlu dilakukan," kata dr Bambang saat memberi kuliah umum di Universitas Atma Jaya Pluit, Jakarta, Sabtu (30/1/2016).
Baca juga: Vaksin Apa Saja yg Perlu dan Nir Diperlukan Bayi?
"Campak itu sendiri mampu menurunkan daya tahan tubuh. Saat kena campak anak mampu kena pneumonia, bahkan saat campaknya telah sembuh juga pneumonia itu mampu menyerang karena sistem imunnya masih lemah," imbuh guru besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia ini.
Tantangan buat menekan angka pne umonia di Indonesia ketika ini menurut dr Bambang selain kemiskinan adalah masih adanya orang tua yg menolak anaknya divaksin. dr Bambang menegaskan bahwa anggapan-anggapan miring yg mungkin beredar di masyarakat terkait vaksin tak benar.
"Dulu orang enggak mau vaksin karena bayar, sekarang udah gratis. Terus enggak mau karena katanya di sekolah sesuatu jarum dipakai ramai-ramai, ya enggak lah itu kan malah bikin penyebaran penyakit berisiko. Kita jarumnya telah canggih kok enggak seperti zaman lalu yg dari stainless tiap suntik harus dibakar," tutup dr Bambang.
Baca juga: Anak Idap Radang Paru-paru, Begini Kisah Yanah 'Tolak' Anjuran Sufor Dokter
(fds/rdn)
Sumber: http://health.detik.com