Jumat, 29 Januari 2016

test: Harus Sabar, Merawat Pasien Demensia Nyaris Seperti Merawat Bayi

Harus Sabar, Merawat Pasien Demensia Nyaris Seperti Merawat Bayi


Jakarta, Manusia lanjut usia (lansia) di atas 60 tahun yg memiliki faktor risiko seperti hipertensi, kolesterol, dan gula darah tidak teratur disebut mulai lebih gampang terkena demensia atau pikun. Tak ada obat yg dapat menyembuhkannya dan terapi cuma dapat diberikan bagi mencegah keadaan tidak jadi lebih parah.

Ahli geriatri dr Wanarani Aries, SpKFR, dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) menyampaikan hal yg mampu dikerjakan bagi pasien demensia adalah menjaganya dengan kedekatan keluarga. Karena bila ditelantarkan pasien tetap dapat merasakan stres dan kondisinya makin memburuk.

Baca juga: Meski Tak Dapat Mengingat, Pasien Demensia Tetap Senang Dijenguk

"Merawat orang demensia tak dapat hanya dikasih obat doang. Kita harus mengerti apa yg ada di otaknya dan memahami dia," kata dr Wanarani yg akrab disapa Wini ini saat membawakan materi demensia bagi Persaudaraan Isteri Anggota (PIA) Dewan Perwakilan Rakyat RI, Jumat (29/1/2016).

Orang pikun yg tanpa sebab dapat kadang marah, kesal, atau lupa diakui oleh dr Wini yaitu tantangan buat keluarga yg merawatnya. Karena faktor usia ditambah dengan penyakit, merawat orang pikun disebut dapat lebih ekstra sabar ketimbang merawat bayi.

"Kita memang sedih ya kalau melihat misalnya orang tua kalian yg tadinya multi talenta tiba-tiba hilang begitu saja seperti menjadi orang lain," kata dr Wini.

"Tapi kalian harus rawat. Kalau misalnya telah tak dapat lagi dirawat di rumah nggak apa-apa bawa ke home care yg perawat telah terlatih, selalu nanti dijenguk setiap minggu. Kalau nggak pakai mbak-mbak (asisten rumah tangga -red) juga dapat bagi dirawat di rum ah tetapi dia harus dilatih dulu," imbuh dr Wini.

Baca juga: Perhatikan! Tanda-tanda Ini Dapat Jadi Gejala Pikun(fds/vit)
Sumber: http://health.detik.com

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : test: Harus Sabar, Merawat Pasien Demensia Nyaris Seperti Merawat Bayi