Ibu Hamil Obesitas, Anaknya Lebih Berisiko Terkena Autisme
Studi yg dilaporkan dalam jurnal Pediatrics itu menyebut juga bila sang ibu tidak cuma obesitas tetapi juga diabetes, maka risiko tersebut mampu meningkat menjadi empat kali lipat.
Pemimpin studi dr Xiaobin Wang menyampaikan prevalensi kelainan spektrum autisme (ASD) sendiri sebetulnya bila dibandingkan dengan penyakit yang lain pada anak seperti asma cukup kecil. Hanya saja tidak mampu diremehkan karena dampak sosial yg diakibatkan oleh ASD pada individu dan orang sekitarnya cukup besar sehingga.
Baca juga: Ngeri! Kegemukan pada Perempuan Disejajarkan dengan Ancaman Teror
Data yg dikumpulkan dari 2.734 pasangan ibu-anak memperlihatkan bahwa ibu yg diabetes atau obesitas berisiko buat melahirkan anak autis sampai tiga persen. Namun bila sang ibu diabetes ditambah juga dengan obesitas maka risiko tersebut meningkat sampai 5 sampai 6 persen.
Meski alasan pastinya mengapa hal itu mampu terjadi belum diketahui, Pakar biologi dan saraf Elinor Sullivan dari University of Portland berkomentar kemungkinan berkaitan dengan inflamasi, nutrisi, dan hormon. Ketiga faktor tersebut pada ibu hamil diketahui dapat berdampak pada pembentukan otak bayi.
"Risiko autisme menjadi lebih tinggi bila wanita memiliki diabetes dan juga obesitas. Karena ketika itu faktor inflamasi dan berbagai nutrisinya yg mulai terpapar pada bayi juga menjadi lebih tinggi," kata Sullivan seperti dikutip dari Reuters pada Sa btu (30/1/2016).
Temuan ini disebut peneliti utama karena makin banyak wanita berusia matang memiliki keadaan obesitas dan di dua tempat gemuk malah menjadi tanda kesuburan. Oleh karena itu studi berperan semakin menekankan pentingnya menjaga berat badan ideal.
Baca juga: Ibu Nekat Hamil dalam Keadaan Gemuk, Awas Bikin Jantung Janin 'Kegencet'
(fds/vit)
Sumber: http://health.detik.com
Studi yg dilaporkan dalam jurnal Pediatrics itu menyebut juga bila sang ibu tidak cuma obesitas tetapi juga diabetes, maka risiko tersebut mampu meningkat menjadi empat kali lipat.
Pemimpin studi dr Xiaobin Wang menyampaikan prevalensi kelainan spektrum autisme (ASD) sendiri sebetulnya bila dibandingkan dengan penyakit yang lain pada anak seperti asma cukup kecil. Hanya saja tidak mampu diremehkan karena dampak sosial yg diakibatkan oleh ASD pada individu dan orang sekitarnya cukup besar sehingga.
Baca juga: Ngeri! Kegemukan pada Perempuan Disejajarkan dengan Ancaman Teror
Data yg dikumpulkan dari 2.734 pasangan ibu-anak memperlihatkan bahwa ibu yg diabetes atau obesitas berisiko buat melahirkan anak autis sampai tiga persen. Namun bila sang ibu diabetes ditambah juga dengan obesitas maka risiko tersebut meningkat sampai 5 sampai 6 persen.
Meski alasan pastinya mengapa hal itu mampu terjadi belum diketahui, Pakar biologi dan saraf Elinor Sullivan dari University of Portland berkomentar kemungkinan berkaitan dengan inflamasi, nutrisi, dan hormon. Ketiga faktor tersebut pada ibu hamil diketahui dapat berdampak pada pembentukan otak bayi.
"Risiko autisme menjadi lebih tinggi bila wanita memiliki diabetes dan juga obesitas. Karena ketika itu faktor inflamasi dan berbagai nutrisinya yg mulai terpapar pada bayi juga menjadi lebih tinggi," kata Sullivan seperti dikutip dari Reuters pada Sa btu (30/1/2016).
Temuan ini disebut peneliti utama karena makin banyak wanita berusia matang memiliki keadaan obesitas dan di dua tempat gemuk malah menjadi tanda kesuburan. Oleh karena itu studi berperan semakin menekankan pentingnya menjaga berat badan ideal.
Baca juga: Ibu Nekat Hamil dalam Keadaan Gemuk, Awas Bikin Jantung Janin 'Kegencet'
(fds/vit)
Sumber: http://health.detik.com