Ilmuwan Curiga Infeksi Zika Ada Kaitannya Dengan Sindrom Saraf Langka
Baru-baru ini, World Health Organization dan Pan American Health Organization mengaku tengah menyelidiki adakah keterkaitan antara wabah infeksi virus zika terhadap munculnya masalah sindrom kelumpuhan bernama Guillain-Barre.
Kecurigaan ini muncul sebab meskipun langka, Guillain-Barre mampu mengenai siapapun. Pemicunya sebenarnya hanyalah infeksi sederhana yg kemudian memicu imun atau kekebalan tubuh bagi menyerang sistem sarafnya sendiri.
Kasus pertama muncul di French Polynesia. Departemen Kesehatan setempat melihat t erjadinya peningkatan masalah Guillain-Barre dan mikrosefali bertepatan dengan munculnya wabah infeksi zika.
Begitu pun di El Salvador. Pemerintah melaporkan, 46 masalah Guillain-Barre baru bermunculan cuma dalam kurun lima pekan saja, merupakan antara tanggal 1 Desember 2015-6 Januari 2016. Sedangkan dalam kurun sesuatu tahun, tercatat terjadi 169 masalah Guillain-Barre baru.
Entah kebetulan atau tidak, sedikitnya 12 pasien di antaranya mengaku mengalami demam disertai munculnya ruam di kulit selama 15 hari sebelum akhirnya didiagnosis dengan Guillain-Barre. Persis seperti gejala infeksi virus zika yg selama ini diketahui.
Hal yg sama juga ditemukan di Brazil. Di bulan Juli 2015, pemerintah Brazil melaporkan pasien yg terinfeksi virus zika juga memamerkan gejala gangguan saraf. Terbukti dari 42 pasien Guillain-Barre yg ada, 26 orang di antaranya memiliki riwayat gejala seperti infeksi virus zika. Bahkan staf Hospital da Restauracao, Recife, Brazil mengaku menan gani pasien Guillain-Barre enam kali lipat dari angka normal, namun banyak di antaranya yg kemudian meninggal dunia.
Baca juga: Infeksi Virus Zika Meluas, AS Keluarkan Pedoman Bagi Ibu Hamil
Menariknya, di El Salvador, wabah infeksi zika sebenarnya telah berlangsung sejak tahun lalu, namun peningkatan masalah Guillain-Barre baru terjadi belakangan.
"Wabah zika sangat buruk di sini, antara bulan Februari dan Juli. Tetapi pada bulan Mei, Juni dan Juli, kita menangani 24 pasien yg tiba dengan Guillain-Barre. Namun tiba-tiba tak ada lagi sejak Agustus," terang Antonio Bandeira, ahli penyakit menular dari Couto Maia Hospital, El Salvador, seperti dikutip dari The Guardian, Senin (25/1/2016).
Â
Sejauh ini virus zika telah dilaporkan menyerang Amerika Selatan, AS hingga Asia, tidak terkecuali di Indonesia. Centers for Disease Control and Prevention sudah memberlakukan travel advisory (anjuran bagi me mpertimbangkan ulang rencana bepergian) buat wanita Amerika yg sedang berbadan beberapa namun ingin berkunjung ke negara-negara di mana dilaporkan terjadi infeksi virus zika.
Total ada 15 negara yg dimasukkan CDC ke dalam daftar travel advisory ini, merupakan Brazil, Kolombia, El Salvador, Meksiko, Puerto Rico, Panama, Paraguay, Suriname, Venezuela, French Guiyana, Guatemala, Barbados, Bolivia, Ekuador, Haiti, Honduras, Martinique, Guadeloupe, Saint Martin, Guyana, Cape Verde, dan Samoa.
Pemerintah di sejumlah negara di Amerika Latin juga meminta warganya menunda kehamilan. Ada yg lebih dari 8 bulan, ada juga yg sampai beberapa tahun ke depan buat mencegah infeksi virus ini.
Baca juga: Bantuan Nyamuk Mutan Diturunkan buat Versus Virus Zika di Brazil
(lll/vit)
Sumber: http://health.detik.com
Baru-baru ini, World Health Organization dan Pan American Health Organization mengaku tengah menyelidiki adakah keterkaitan antara wabah infeksi virus zika terhadap munculnya masalah sindrom kelumpuhan bernama Guillain-Barre.
Kecurigaan ini muncul sebab meskipun langka, Guillain-Barre mampu mengenai siapapun. Pemicunya sebenarnya hanyalah infeksi sederhana yg kemudian memicu imun atau kekebalan tubuh bagi menyerang sistem sarafnya sendiri.
Kasus pertama muncul di French Polynesia. Departemen Kesehatan setempat melihat t erjadinya peningkatan masalah Guillain-Barre dan mikrosefali bertepatan dengan munculnya wabah infeksi zika.
Begitu pun di El Salvador. Pemerintah melaporkan, 46 masalah Guillain-Barre baru bermunculan cuma dalam kurun lima pekan saja, merupakan antara tanggal 1 Desember 2015-6 Januari 2016. Sedangkan dalam kurun sesuatu tahun, tercatat terjadi 169 masalah Guillain-Barre baru.
Entah kebetulan atau tidak, sedikitnya 12 pasien di antaranya mengaku mengalami demam disertai munculnya ruam di kulit selama 15 hari sebelum akhirnya didiagnosis dengan Guillain-Barre. Persis seperti gejala infeksi virus zika yg selama ini diketahui.
Hal yg sama juga ditemukan di Brazil. Di bulan Juli 2015, pemerintah Brazil melaporkan pasien yg terinfeksi virus zika juga memamerkan gejala gangguan saraf. Terbukti dari 42 pasien Guillain-Barre yg ada, 26 orang di antaranya memiliki riwayat gejala seperti infeksi virus zika. Bahkan staf Hospital da Restauracao, Recife, Brazil mengaku menan gani pasien Guillain-Barre enam kali lipat dari angka normal, namun banyak di antaranya yg kemudian meninggal dunia.
Baca juga: Infeksi Virus Zika Meluas, AS Keluarkan Pedoman Bagi Ibu Hamil
Menariknya, di El Salvador, wabah infeksi zika sebenarnya telah berlangsung sejak tahun lalu, namun peningkatan masalah Guillain-Barre baru terjadi belakangan.
"Wabah zika sangat buruk di sini, antara bulan Februari dan Juli. Tetapi pada bulan Mei, Juni dan Juli, kita menangani 24 pasien yg tiba dengan Guillain-Barre. Namun tiba-tiba tak ada lagi sejak Agustus," terang Antonio Bandeira, ahli penyakit menular dari Couto Maia Hospital, El Salvador, seperti dikutip dari The Guardian, Senin (25/1/2016).
Â
Sejauh ini virus zika telah dilaporkan menyerang Amerika Selatan, AS hingga Asia, tidak terkecuali di Indonesia. Centers for Disease Control and Prevention sudah memberlakukan travel advisory (anjuran bagi me mpertimbangkan ulang rencana bepergian) buat wanita Amerika yg sedang berbadan beberapa namun ingin berkunjung ke negara-negara di mana dilaporkan terjadi infeksi virus zika.
Total ada 15 negara yg dimasukkan CDC ke dalam daftar travel advisory ini, merupakan Brazil, Kolombia, El Salvador, Meksiko, Puerto Rico, Panama, Paraguay, Suriname, Venezuela, French Guiyana, Guatemala, Barbados, Bolivia, Ekuador, Haiti, Honduras, Martinique, Guadeloupe, Saint Martin, Guyana, Cape Verde, dan Samoa.
Pemerintah di sejumlah negara di Amerika Latin juga meminta warganya menunda kehamilan. Ada yg lebih dari 8 bulan, ada juga yg sampai beberapa tahun ke depan buat mencegah infeksi virus ini.
Baca juga: Bantuan Nyamuk Mutan Diturunkan buat Versus Virus Zika di Brazil
(lll/vit)
Sumber: http://health.detik.com