Ini Untungnya Sosialisasikan Kesehatan Seksual Di Pasar Tradisional
Direktur Yayasan Rama Sesana (YRS), dr Luh Putu Upadisar atau akrab disapa dr Sari menyebut ibu-ibu di pasar tradisional banyak membutuhkan keterangan tentang kesehatan. Meski kebutuhan keterangan cukup tinggi, akses di kalangan biasanya sangat terbatas.
"Sebagian besar perempuan berpenghasilan rendah di Bali tak milik akses terhadap keterangan kesehatan dan layanan kesehatan yg terjangkau biayanya," kata dr Sari, ditemui di Pasar Badung, Bali, baru-baru ini.
Di lingkungan pasar tradisional yg sangat sibuk seperti Pasar Badung , keterangan menyebar dengan sangat cepat. Menurut dr Sari, ini yaitu peluang bagus bagi menyediakan berbagai keterangan tentang kesehatan yg sebenarnya memang banyak dibutuhkan.
Baca juga: Gigihnya Ibu-ibu Pedagang di Bali Perjuangkan Kesehatan Reproduksi
Sejak 1999, YRS melibatkan ibu-ibu pedagang dan para pekerja lainnya di Pasar Badung bagi menyebarkan keterangan tersebut. Mulai dari pengetahuan umum tentang kontrasepsi, keluarga berencana, infeksi menular seksual, hingga deteksi dini kanker serviks maupun payudara.
Hasilnya, tercatat 21.246 orang sudah mengakses layanan kesehatan reproduksi dan keluarga berencana di klinik YRS yg terletak di Lantai 4 Pasar Badung. Kaum perempuan mendominasi catatan tersebut dengan 68 persen, sementara laki-laki cuma 26 persen, dan anak-anak 6 persen.
"Ibu-ibu dapat menyebarkan keterangan kesehatan ke suaminya. Kadang mereka juga kalian dorong bagi mengajak pasangannya bagi konseling," kata dr Sari, menjelaskan pentingnya peran perempuan dalam penyampaian keterangan kesehatan, khususnya kesehatan seksual dan reproduksi.
Selain di Pasar Badung, ketika ini YRS juga memberikan pelayanan di Pasar Intaran, Sanur. Mereka juga tengah mengembangkan layanan mobile clinic, yg beroperasi di daerah Denpasar, serta Bali bagian utara yakni Buleleng.
Baca juga: Kunci Primer Keberhasilan KB di Karanganyar Ada di Sini
(up/vit)
Sumber: http://health.detik.com
Direktur Yayasan Rama Sesana (YRS), dr Luh Putu Upadisar atau akrab disapa dr Sari menyebut ibu-ibu di pasar tradisional banyak membutuhkan keterangan tentang kesehatan. Meski kebutuhan keterangan cukup tinggi, akses di kalangan biasanya sangat terbatas.
"Sebagian besar perempuan berpenghasilan rendah di Bali tak milik akses terhadap keterangan kesehatan dan layanan kesehatan yg terjangkau biayanya," kata dr Sari, ditemui di Pasar Badung, Bali, baru-baru ini.
Di lingkungan pasar tradisional yg sangat sibuk seperti Pasar Badung , keterangan menyebar dengan sangat cepat. Menurut dr Sari, ini yaitu peluang bagus bagi menyediakan berbagai keterangan tentang kesehatan yg sebenarnya memang banyak dibutuhkan.
![]() |
Baca juga: Gigihnya Ibu-ibu Pedagang di Bali Perjuangkan Kesehatan Reproduksi
Sejak 1999, YRS melibatkan ibu-ibu pedagang dan para pekerja lainnya di Pasar Badung bagi menyebarkan keterangan tersebut. Mulai dari pengetahuan umum tentang kontrasepsi, keluarga berencana, infeksi menular seksual, hingga deteksi dini kanker serviks maupun payudara.
Hasilnya, tercatat 21.246 orang sudah mengakses layanan kesehatan reproduksi dan keluarga berencana di klinik YRS yg terletak di Lantai 4 Pasar Badung. Kaum perempuan mendominasi catatan tersebut dengan 68 persen, sementara laki-laki cuma 26 persen, dan anak-anak 6 persen.
"Ibu-ibu dapat menyebarkan keterangan kesehatan ke suaminya. Kadang mereka juga kalian dorong bagi mengajak pasangannya bagi konseling," kata dr Sari, menjelaskan pentingnya peran perempuan dalam penyampaian keterangan kesehatan, khususnya kesehatan seksual dan reproduksi.
Selain di Pasar Badung, ketika ini YRS juga memberikan pelayanan di Pasar Intaran, Sanur. Mereka juga tengah mengembangkan layanan mobile clinic, yg beroperasi di daerah Denpasar, serta Bali bagian utara yakni Buleleng.
Baca juga: Kunci Primer Keberhasilan KB di Karanganyar Ada di Sini
(up/vit)
Sumber: http://health.detik.com
