Kasus MERS Di Thailand, 32 Orang Dikarantina
"Kami masih melakukan investigasi yg mendalam buat mengetahui siapa saja yg telah melakukan kontak dengan pasien," tutur Amnuay Gajeena, Direktur Jenderal Thailand's Disease Control Department, dikutip dari Reuters, Selasa (26/1/2016).
Kasus kedua MERS-CoV di Thailand terkonfirmasi pada hari Minggu (24/1), pada seorang pria 71 tahun yang berasal Oman. Pria tersebut datang di Bangkok pada 22 Januari 2016 dan terkonfirmasi positif dalam pemeriksaan laboratorium di Bumrungrad dan Chulalongkorn, Thailand.
Baca juga: Kasus Kedua MERS-CoV Terkonfirmasi di Thailand
Anak pria tersebut beserta sopir taksi, pegawai hotel dan semua penumpang pesawat yaitu orang yg dikarantina. Karantina mulai dikerjakan selama beberapa minggu, sembari menunggu hasil pemeriksaan.
Menteri Pariwisata Thailand, Kobkarn Wattanavrangkul, menyampaikan adanya MERS tak mulai memengaruhi sektor pariwisata. Ia menganggap respons yg dikerjakan pemerintah telah cukup baik dan tak mulai menimbulkan kepanikan.
"Situasi ini masih terkontrol. Kami yakin perkara ini tak mulai memengaruhi sektor pariwisata," tuturnya.
Diberitakan sebelumnya, ini adalah masalah kedua MERS-CoV di Thailand dan wilayah Asia Tengara. Sebelumnya, pada 18 Juni 2015 seorang warga Oman juga datang di Bangkok bagi pemeriksaan dan terkonfirmasi positif mengidap penyakit yg juga tidak jarang disebut flu unta tersebut.
Infeksi MERS-CoV disebabkan oleh virus corona, ditandai dengan gejala demam, batuk d an sesak napas. Sering disertai pneumonia atau radang paru-paru, tapi tak selalu. Keluhan di saluran pencernaan seperti diare juga pernah dilaporkan.
Baca juga: Afrika Barat dan Asia Tenggara Rentan Tertular Virus dari Kelelawar(mrs/vit)
Sumber: http://health.detik.com
"Kami masih melakukan investigasi yg mendalam buat mengetahui siapa saja yg telah melakukan kontak dengan pasien," tutur Amnuay Gajeena, Direktur Jenderal Thailand's Disease Control Department, dikutip dari Reuters, Selasa (26/1/2016).
Kasus kedua MERS-CoV di Thailand terkonfirmasi pada hari Minggu (24/1), pada seorang pria 71 tahun yang berasal Oman. Pria tersebut datang di Bangkok pada 22 Januari 2016 dan terkonfirmasi positif dalam pemeriksaan laboratorium di Bumrungrad dan Chulalongkorn, Thailand.
Baca juga: Kasus Kedua MERS-CoV Terkonfirmasi di Thailand
Anak pria tersebut beserta sopir taksi, pegawai hotel dan semua penumpang pesawat yaitu orang yg dikarantina. Karantina mulai dikerjakan selama beberapa minggu, sembari menunggu hasil pemeriksaan.
Menteri Pariwisata Thailand, Kobkarn Wattanavrangkul, menyampaikan adanya MERS tak mulai memengaruhi sektor pariwisata. Ia menganggap respons yg dikerjakan pemerintah telah cukup baik dan tak mulai menimbulkan kepanikan.
"Situasi ini masih terkontrol. Kami yakin perkara ini tak mulai memengaruhi sektor pariwisata," tuturnya.
Diberitakan sebelumnya, ini adalah masalah kedua MERS-CoV di Thailand dan wilayah Asia Tengara. Sebelumnya, pada 18 Juni 2015 seorang warga Oman juga datang di Bangkok bagi pemeriksaan dan terkonfirmasi positif mengidap penyakit yg juga tidak jarang disebut flu unta tersebut.
Infeksi MERS-CoV disebabkan oleh virus corona, ditandai dengan gejala demam, batuk d an sesak napas. Sering disertai pneumonia atau radang paru-paru, tapi tak selalu. Keluhan di saluran pencernaan seperti diare juga pernah dilaporkan.
Baca juga: Afrika Barat dan Asia Tenggara Rentan Tertular Virus dari Kelelawar(mrs/vit)
Sumber: http://health.detik.com