Klub Sepak Bola Ini Beranggotakan Pria Gemuk Yang Ingin Turunkan Bobot
Pemenang di klub ini bukan cuma tim yg berhasil mengumpulkan poin paling banyak ketika bertanding, tetapi juga yg anggotanya paling banyak menurunkan berat badannya. Klub sepak bola ini dibentuk pada Januari 2014 oleh pria bernama Andrew Shanahan (37) yg dulunya mengalami obesitas.
Saat bobot Andrew 107 kg, ia pernah mengikuti kelas penurunan berat badan dan ternyata kala itu cuma dialah peserta pria satu-satunya. Tak pelak, Andrew pun mer asa malu. Belum lagi saat di salah sesuatu sesi sang pembimbing menyebutkan bahwa masa-masa menjelang haid memang mampu membuat wanita mengalami kenaikan berat badan.
"Itu sama sekali bukan persoalan aku sehingga aku merasa kelas menurunkan berat badan cenderung menyasar para wanita dan tak mempedulikan pria. Itulah salah sesuatu penyebab pria terus gagal dalam menurunkan bobotnya karena tak mendapat dukungan," tutur Andrew, dikutip dari The Star, Jumat (22/1/2016).
Baca juga: Sudah Olahraga dan Atur Makan Tapi Tak Juga Kurus? Dapat Jadi Ini Sebabnya
Sejak didirikan beberapa tahun lalu, Man V Fat telah memiliki sekitar 40.000 anggota dengan rata-rata usia 20-69 tahun. Tim dalam klub ini diantaranya Inter Pies, XL Legends, Beer Bellies United, dan Phoenix XXXL. Andrew berprinsip, salah sesuatu kunci sukses menurunkan berat badan selain memperbanyak aktivitas fisik dan mengubah pola hidup yg lebih sehat yakni dengan memperoleh dukungan.
Sebab, saat ia bertanya pada anggota klub tentang apa yg dianggap utama ketika berusaha menurunkan berat badan, para pria menyampaikan berbicara sesuatu sama yang lain dan mendapat dukungan memegang peranan yg cukup besar buat mereka. Di pertandingan pertama, Andrew menyampaikan ada 90 orang yg ikut bermain sepak bola.
Selain menjadi ajang yg menyenangkan, pertandingan bola tersebut juga secara tak segera membuat para pria membakar keringat lebih banyak. Apalagi, dengan anggota tim yg sama-sama memiliki ukuran tubuh tidak biasa, tak ada rasa minder atau tak yakin diri yg mereka alami.
"Sebab, umumnya selama ini yg aku lihat dalam sesuatu tim permainan olahraga, cuma ada sesuatu atau beberapa pria yg gemuk dan itu mampu membuat mereka tak nyaman bukan?" kata Andrew yg kini telah sukses menurunkan berat badannya menjadi 76 kg.
Baca juga: Bocah yg Tak Punya Telapak Kaki Tapi Jago Main Bola
(rdn/vit)
Sumber: http://health.detik.com
Pemenang di klub ini bukan cuma tim yg berhasil mengumpulkan poin paling banyak ketika bertanding, tetapi juga yg anggotanya paling banyak menurunkan berat badannya. Klub sepak bola ini dibentuk pada Januari 2014 oleh pria bernama Andrew Shanahan (37) yg dulunya mengalami obesitas.
Saat bobot Andrew 107 kg, ia pernah mengikuti kelas penurunan berat badan dan ternyata kala itu cuma dialah peserta pria satu-satunya. Tak pelak, Andrew pun mer asa malu. Belum lagi saat di salah sesuatu sesi sang pembimbing menyebutkan bahwa masa-masa menjelang haid memang mampu membuat wanita mengalami kenaikan berat badan.
"Itu sama sekali bukan persoalan aku sehingga aku merasa kelas menurunkan berat badan cenderung menyasar para wanita dan tak mempedulikan pria. Itulah salah sesuatu penyebab pria terus gagal dalam menurunkan bobotnya karena tak mendapat dukungan," tutur Andrew, dikutip dari The Star, Jumat (22/1/2016).
Baca juga: Sudah Olahraga dan Atur Makan Tapi Tak Juga Kurus? Dapat Jadi Ini Sebabnya
Sejak didirikan beberapa tahun lalu, Man V Fat telah memiliki sekitar 40.000 anggota dengan rata-rata usia 20-69 tahun. Tim dalam klub ini diantaranya Inter Pies, XL Legends, Beer Bellies United, dan Phoenix XXXL. Andrew berprinsip, salah sesuatu kunci sukses menurunkan berat badan selain memperbanyak aktivitas fisik dan mengubah pola hidup yg lebih sehat yakni dengan memperoleh dukungan.
Sebab, saat ia bertanya pada anggota klub tentang apa yg dianggap utama ketika berusaha menurunkan berat badan, para pria menyampaikan berbicara sesuatu sama yang lain dan mendapat dukungan memegang peranan yg cukup besar buat mereka. Di pertandingan pertama, Andrew menyampaikan ada 90 orang yg ikut bermain sepak bola.
Selain menjadi ajang yg menyenangkan, pertandingan bola tersebut juga secara tak segera membuat para pria membakar keringat lebih banyak. Apalagi, dengan anggota tim yg sama-sama memiliki ukuran tubuh tidak biasa, tak ada rasa minder atau tak yakin diri yg mereka alami.
"Sebab, umumnya selama ini yg aku lihat dalam sesuatu tim permainan olahraga, cuma ada sesuatu atau beberapa pria yg gemuk dan itu mampu membuat mereka tak nyaman bukan?" kata Andrew yg kini telah sukses menurunkan berat badannya menjadi 76 kg.
Baca juga:
(rdn/vit)
Sumber: http://health.detik.com