Kamis, 28 Januari 2016

test: Musisi Ini Bisa Kembali Main Gitar Setelah Otaknya Dibedah

Musisi Ini Bisa Kembali Main Gitar Setelah Otaknya Dibedah


Shenzhen, Di usia 34 tahun, seorang pria yg cuma diketahui bernama Li ini terpaksa menyudahi karirnya sebagai gitaris profesional dan mencari pekerjaan lain. Li dipaksa melakukannya karena jari-jarinya tidak lagi dapat digerakkan.

Namun Li tidak pernah tahu mengapa fungsi jari-jarinya menurun. Selama 20 tahun belakangan, ia sudah mendatangi berbagai rumah sakit, mulai tapi diagnosis yg diberikan dokter terus berbeda-beda. Ada yg menyampaikan Li terserang Parkinson, ada juga yg mendiagnosis Li dengan persoalan psikis.

Li juga sempat diberi obat-obatan oleh berbagai dokter yg menanganinya. Tapi tidak ada satupun yg berhasil mengembalikan fungsi tangannya. Alih-alih sembuh, ia malah merasakan munculnya beragam efek samping.

Baca juga: Pasien dalam Kondisi Sadar Saat Jantungnya Dibedah

Hingga akhirnya Li bertemu dengan Dr Cai Xiaodong yg berpraktik di Shenzhen No 2 Hospital. Dr Cai mendiagnosis pria yg ketika ini berumur 57 tahun itu dengan FHD atau focal hand disorder.

FHD mengakibatkan hilangnya kendali seseorang terhadap otot-otot tertentu di tubuhnya. Kondisi ini lazim ditemukan pada musisi dan atlet.

Setelah berdiskusi panjang dengan Dr Cai, Li kemudian menetapkan bersedia menjalani operasi yg disebut dengan 'deep brain stimulation'. Operasi itu sendiri baru dilaksanakan dua waktu dahulu di Shenzhen No 2 Hospital.

Suasana ketika operasi Li berlangsung (Foto: Imaginechina/Splash News)

Menariknya, selama operasi berlangsung, pria yg tinggal Provinsi Jilin itu dibiarkan tetap sadar, bahkan diminta memainkan gitar. Tak disangka, ketika operasi itulah, kemampuan jari Li buat memetik gitar kembali lagi. Ia bahkan membawakan lagu klasik karya Beethoven yg bertajuk Fur Elise di hadapan tim medis yg membedahnya.

Menurut Dr Cai, dengan membiarkan pasien bermain gitar, mereka mampu menentukan bagian otak mana yg harus distimulasi dengan aliran listrik agar kinerjanya kembali seperti semula.

"Kami menemukan lokasi yg tepat buat diberikan stimulasi, sehingga operasinya berjalan sukses," kata Dr Cai kepada wartawan, seperti dilaporkan Shenzhen Daily.

Baca juga: Wow, Orang-orang Ini Dibedah Tanpa Bius dan Tetap Dapat Melakukan Sesuatu

FHD sebenarnya bukan keadaan langka, namun dapat dikatakan mengatasi FHD dengan memakai operasi deep brain stimulation sangat jarang dilakukan. Dr Cai menambahka n, ini adalah ketujuh kalinya operasi ini digelar di rumah sakit mereka.

Untuk ketika ini, fungsi tangan Li telah kembali 80 persen. Sisanya diharapkan dapat kembali lewat rehabilitasi.(lll/vit)
Sumber: http://health.detik.com

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : test: Musisi Ini Bisa Kembali Main Gitar Setelah Otaknya Dibedah