Selasa, 26 Januari 2016

test: Word Spurt, Ketika Balita Makin Ceriwis Karena Kuasai Kosakata Baru

Word Spurt, Ketika Balita Makin Ceriwis Karena Kuasai Kosakata Baru


Jakarta, Saat masih bayi, ada masa di mana anak tampak lebih rewel karena mengalami growth spurt. Minum air susu ibu (ASI) seolah tak pernah kenyang. Ketika memasuki usia balita, ada fase yang lain lagi dalam perkembangan anak yakni word spurt.

Profesor bidang psikologi yang berasal University of Iowa, Bob McMurray, tak mengherankan saat seorang balita berada di suatu titik menguasai banyak kata-kata baru. Terlebih kata-kata yg dikuasainya pun yaitu kata yg terdengar 'lebih sulit'. Mungkin Anda sebagai orang tua pun dibuat terkejut sendiri dengan perkembangan ini.

Sebenarnya ini bukan satu yg terjadi dengan tiba-tiba. Word spurt terjadi dengan pembelajaran juga kok. Anak berulang kali mendengar suatu kata. Lalu seiring perkembangannya, dia akan dapat berucap dengan lebih baik.

Misalnya di usia 17 bulan anak telah dapat menyanyikan lagi Cicak-cicak di Dinding dengan pengucapan yg kurang sempurna, maka di usia 18 bulan ke atas telah mampu mengucap liriknya lebih baik. Contohnya anak menyampaikan 'ayap' yg merujuk ke kata 'merayap', kini telah dapat lebih jelas lagi pengucapannya, meski masih cadel.

McMurray memakai analisis matematika dan simulasi komputer bagi memamerkan bahwa para balita itu mempelajari sejumlah kosakata, kemudian mengucapkannya lebih baik di suatu waktu. "Jadi saat word spurt, ini bukan karena anak belajar kata-kata lebih cepat. Ini karena mereka mencapai suatu titik di mana kata-kata yg mereka pelajari telah lebih dikuasai," jelas McMurray dalam artikelnya yg dipublikasikan di jurnal Science dua tahun lalu.

Baca juga: Ini Tips Atasi Anak yg Kemampuan Bicaranya Terlambat

Dikutip dari Reuters, sejak lahir hingga dewasa, anak- anak belajar sekitar 60.000 kata. Sehingga dalam sehari rata-rata ada 8-10 kata yg dipelajari.

"Sebagian besar orang tua dan psikolog perkembangan menyadari fakta bahwa di usia sekitar 18 bulan atau lebih, anak-anak sangat senang belajar kata-kata baru," ucap McMurray.

Dengan semakin banyak mendengar kata-kata, maka anak mulai terangsang buat belajar kata-kata tersebut. Nah, agar anak tak kesulitan ketika belajar bicara, disarankan agar memakai kata-kata yg sederhana dan kalimatnya tak panjang-panjang.

dr Meta Hanindita SpA dari RSUD Dr Soetomo Surabaya dua waktu dahulu mengungkapkan anak telah mampu menyampaikan 'mama' atau 'papa' biasanya saat berusia 1 tahunan. Namun, buat bicara setidaknya anak telah milik kosakata 20 kata dan setengahnya dimengerti orang lain, tahap itu biasanya terjadi ketika anak berusia 19-21 bulan.

Baca juga: Hai Bunda, Begini Cara Melatih Anak Agar Dapat Jadi Pe ndengar yg Baik

Senada dengan dr Meta, Rita Rahmawati A.md. TW, S.Pd, selaku terapis wicara di RS Asa Kita dan Rumah Terapi, menyampaikan di usia 12-18 bulan, anak telah akan memasuki fase true speech di mana ucapannya akan memiliki arti.

Bicara anak ada fase-fasenya, ada fase cooing atau reflexive vocalization di mana suara masih bersifat refleks di usia 3 minggu. Lalu babling di usia 6-7 minggu, serta dilanjutkan dengan laling di usia 6-9 bulan. Menurut Rita, seluruh tahapan itu harus dilewati dengan baik agar anak memiliki kemampuan bicara yg baik pula.

(vit/lll)
Sumber: http://health.detik.com

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : test: Word Spurt, Ketika Balita Makin Ceriwis Karena Kuasai Kosakata Baru