Senin, 22 Februari 2016

test: Bayi Dengan Kondisi Otak Tak Sempurna Ini Rayakan Ulang Tahun Pertamanya

Bayi Dengan Kondisi Otak Tak Sempurna Ini Rayakan Ulang Tahun Pertamanya


Glasgow, Jordan Gallagher lahir dengan keadaan yg disebut alobar holoprosencephaly (HPE), di mana otak bocah ini tidak memisah menjadi otak kiri dan kanan dengan sempurna sehingga ia diprediksi tidak berumur panjang.

Kondisi ini telah diketahui dokter sejak Jordan masih dalam kandungan. Di sisi lain, belum ada sesuatu orang pun dokter di Inggris yg dapat menangani bayi dengan HPE.

Kedua orang tua Jordan; Julie (28) dan Alistair (32) sendiri harusnya mendaftarkan putranya ke Carter Centre di Texas yg melakukan riset tentang HPE. Namun karena keterbatasan dana, mau tidak mau, keluarga kecil ini harus bergantung pada apa yg dimiliki tim medis di Inggris.

Julie bahkan sempat ditawari bagi menggugurkan kandungannya. Sebab menurut dokter, a nak yg terlahir dengan HPE kebanyakan takkan hidup sampai berumur empat bulan. Kalaupun lahir selamat, Jordan mulai tumbuh dalam kondisi cacat dan terganggu tumbuh kembang serta kemampuan belajarnya.

"Dokter-dokter yg menangani Jordan harus baca buku lalu sebelum melakukan satu padanya, karena mereka belum pernah mendengar tentang keadaan ini," tutur Julie seperti dikutip dari Daily Mail, Senin (22/2/2016).

Baca juga: Lydia, Gadis Cilik Berkepala Besar Dampak Gangguan Otak Langka

Namun insting keibuan Julie mendorongnya bagi tidak mau menyerah begitu saja. Ia ingin memberi kesempatan buat putranya bertahan hidup. Hingga kemudian Jordan lahir lewat operasi caesar pada tanggal 22 Desember 2014 dulu di Southern General Maternity Unit, Glasgow.

Setelah lahir pun, Julie tidak lantas mampu segera menggendong putranya, tapi dipindahkan ke ruang tersendiri. Ini bagi mengantisipasi bilamana Jordan meninggal.

Untungnya Jordan mampu dipulangkan tepat di Hari Natal, meskipun Julie harus tabah dihadapkan pada kenyataan bahwa sejumlah komplikasi mengiringi perjalanan hidup putranya. Di antaranya sebuah keadaan yg disebut choanal atresie di mana Jordan tidak dapat bernapas lewat hidungnya sendiri.

Jordan pada akhirnya dapat belajar bernapas lewat mulutnya, meskipun kadangkala ia masih membutuhkan masker oksigen dan suction pump. Selepas itu, Jordan akan keluar masuk rumah sakit, sebab di bulan Maret 2015, ia didiagnosis dengan alergi susu sapi dan cuma dapat diberi makan lewat selang.

Beberapa waktu kemudian ia juga mengalami kejang sehingga harus dilarikan lagi ke rumah sakit. Sempat pulang selama beberapa pekan, Jordan kembali kejang lagi di bulan Desember, namun kali ini kejangnya tidak terkendali di mana ia mampu mengalami kejang selama 10 jam dalam semalam.

Dokter akhirnya berhasil mengendalikan hal itu dengan sebuah obat bernama phenytoin. Akan tapi Julie dan s uaminya diwanti-wanti bila obat ini memiliki efek samping berupa gangguan pernapasan. Sahih saja, dalam setahun, ia mengalami tiga kali bronkitis dan memaksanya menginap lagi di rumah sakit.

Tetapi perjuangan Jordan berbuah manis. Ia bahkan merayakan ulang tahunnya yg pertama dan menepis jauh-jauh anggapan dokter tentang usianya yg pendek.

"Tiap sesuatu menit dan hari yg terlalui, buat kita rasanya seperti bonus. Ia pun tumbuh menjadi anak yg luar biasa, dan mungkin Anda takkan pernah membayangkan apa saja yg sudah ia alami," kata Julie.

Baca juga: Sebagian Besar Otaknya Tak Tumbuh, Anak Ini Bertahan Hayati Hingga 10 Tahun

HPE biasanya muncul ketika janin memasuki pekan ketiga perkembangannya. Namun sejauh ini penyebab HPE belum diketahui. Diperkirakan HPE terjadi pada 1 tiap 5.000-10.000 kelahiran. Kasus Jordan yaitu yg paling parah, meski sebagian bayi yg mengalami keadaan seperti Jordan biasanya dapat hidup dua bulan hingga tahun.

(lll/vit)
Sumber: http://health.detik.com

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : test: Bayi Dengan Kondisi Otak Tak Sempurna Ini Rayakan Ulang Tahun Pertamanya