Billy, Remaja Pertama Di Inggris Yang Sembuh Dari Epilepsi Berkat Robot
Adalah Billy Whitaker, ia telah terserang epilepsi sejak usianya masih 8 tahun. Bahkan ia mengalami gejala khusus. Tiap kali mulai kejang, Billy mulai mengalami gejala yg dinamakan 'aura' yg ditunjukkan dengan kondisi linglung.
Di tahun 2014, Billy telah menjalani pengangkatan sebagian kecil temporal lobe di otak kanannya, yg selama ini diketahui mampu menyembuhkan epilepsi. Namun sayangnya, ini cuma bertahan dalam setahun saja.
Saat epilepsinya kembali, kali ini gejalanya tidak mampu dikendalikan dengan obat-obatan. Hingga akhirnya Bristol Royal Hospital fo r Children tidak mengurangi teknologi pengobatan mereka dengan sebuah robot yg dinamai Neuromates Robot.
Robot seharga 350.000 poundsterling (Rp 6.9 miliar) itu difungsikan bagi memasukkan elektroda ke dalam otak terdalam Billy. Dengan cara itu, bagian otak yg memicu serangan kejang mampu diketahui dan diakses kemudian diangkat, dengan tingkat akurasi yg luar biasa.
Atas rekomendasi dan urunan dana dari penduduk setempat, pihak rumah sakit akhirnya memilih Billy sebagai pasien pertama yg mulai merasakan teknologi terbaru tersebut. Mekanisme ini dikerjakan pada Januari 2015 lalu.
Pertama-tama, tim dokter bedah membius Billy dulu melakukan dua kali scan bagi membuat 'peta' tiga dimensi (3D) dari otaknya. Dengan cara itu mereka mampu melakukan 'interogasi' atau mengidentifikasi persoalan pada otak remaja berusia 15 tahun itu.
Selepas itu, mereka memasang semacam bingkai di kepala Billy agar mampu memandu si robot ketika mengebor kepalanya. Lantas robot tadi membuat lintasan tiga dimensi yg nantinya mulai dipasangi elektroda.
Yang pertama, tim dokter melubangi kulit dan tengkorak Billy dengan bor setebal 1 milimeter. Kemudian bor setebal 3 cm digunakan buat melubangi jaringan otak Billy, dan lubang semacam ini dibuat di empat lokasi yg berbeda. Barulah setelah itu elektroda dimasukkan ke lubang-lubang yg disediakan.
Elektroda ini nantinya mulai menangkap sinyal-sinyal yg terpancar dari otak dan menunjuk lokasi penyebab serangan epilepsi dengan tepat.
Baca juga: Awas! Sering Kejang Demam, Anak Lebih Berisiko Kena EpilepsiÂ
Operasi yg berlangsung selama lima jam itu pun selesai, dan kondisi Billy dipantau. Ternyata semenjak ketika itu, serangan kejangnya berkurang menjadi 9 episode dalam tiga hari. "Kami menemukan bagian kecil dari otak yg kita duga adalah kandidat penyebab dari kejang-kejang ini," tutur Michael Carter, salah sesuatu ahli bedah saraf yg terlibat dalam operasi Billy.
Dengan robot, lanjut Carter, timnya menemukan jaringan otak yg bermasalah tersebut, dulu mengangkatnya sepekan kemudian. Dengan robot pula, proses penanaman elektroda tadi juga menjadi sangat aman dan tanpa diikuti efek samping setelahnya.
"Kini kondisinya telah jauh lebih baik, bahkan tidak ada lagi kejang. Kami berharap ia mulai bebas kejang buat seterusnya," kata Carter seperti dikutip dari SWNS, Minggu (7/2/2016).
Di Inggris sendiri, tercatat cuma ada empat mesin robot, dan Billy yaitu pasien anak pertama yg mendapatkan prosedur operasi yg disebut 'robotic stereotactic EEG' tersebut.
< em>Baca juga: 6 Langkah Pertolongan Pertama Bagi Kejang-kejang karena Epilepsi (lll/up)
Sumber: http://health.detik.com
Adalah Billy Whitaker, ia telah terserang epilepsi sejak usianya masih 8 tahun. Bahkan ia mengalami gejala khusus. Tiap kali mulai kejang, Billy mulai mengalami gejala yg dinamakan 'aura' yg ditunjukkan dengan kondisi linglung.
Di tahun 2014, Billy telah menjalani pengangkatan sebagian kecil temporal lobe di otak kanannya, yg selama ini diketahui mampu menyembuhkan epilepsi. Namun sayangnya, ini cuma bertahan dalam setahun saja.
Saat epilepsinya kembali, kali ini gejalanya tidak mampu dikendalikan dengan obat-obatan. Hingga akhirnya Bristol Royal Hospital fo r Children tidak mengurangi teknologi pengobatan mereka dengan sebuah robot yg dinamai Neuromates Robot.
Robot seharga 350.000 poundsterling (Rp 6.9 miliar) itu difungsikan bagi memasukkan elektroda ke dalam otak terdalam Billy. Dengan cara itu, bagian otak yg memicu serangan kejang mampu diketahui dan diakses kemudian diangkat, dengan tingkat akurasi yg luar biasa.
Atas rekomendasi dan urunan dana dari penduduk setempat, pihak rumah sakit akhirnya memilih Billy sebagai pasien pertama yg mulai merasakan teknologi terbaru tersebut. Mekanisme ini dikerjakan pada Januari 2015 lalu.
Pertama-tama, tim dokter bedah membius Billy dulu melakukan dua kali scan bagi membuat 'peta' tiga dimensi (3D) dari otaknya. Dengan cara itu mereka mampu melakukan 'interogasi' atau mengidentifikasi persoalan pada otak remaja berusia 15 tahun itu.
Selepas itu, mereka memasang semacam bingkai di kepala Billy agar mampu memandu si robot ketika mengebor kepalanya. Lantas robot tadi membuat lintasan tiga dimensi yg nantinya mulai dipasangi elektroda.
Yang pertama, tim dokter melubangi kulit dan tengkorak Billy dengan bor setebal 1 milimeter. Kemudian bor setebal 3 cm digunakan buat melubangi jaringan otak Billy, dan lubang semacam ini dibuat di empat lokasi yg berbeda. Barulah setelah itu elektroda dimasukkan ke lubang-lubang yg disediakan.
Elektroda ini nantinya mulai menangkap sinyal-sinyal yg terpancar dari otak dan menunjuk lokasi penyebab serangan epilepsi dengan tepat.
Baca juga: Awas! Sering Kejang Demam, Anak Lebih Berisiko Kena EpilepsiÂ
![]() |
Operasi yg berlangsung selama lima jam itu pun selesai, dan kondisi Billy dipantau. Ternyata semenjak ketika itu, serangan kejangnya berkurang menjadi 9 episode dalam tiga hari. "Kami menemukan bagian kecil dari otak yg kita duga adalah kandidat penyebab dari kejang-kejang ini," tutur Michael Carter, salah sesuatu ahli bedah saraf yg terlibat dalam operasi Billy.
Dengan robot, lanjut Carter, timnya menemukan jaringan otak yg bermasalah tersebut, dulu mengangkatnya sepekan kemudian. Dengan robot pula, proses penanaman elektroda tadi juga menjadi sangat aman dan tanpa diikuti efek samping setelahnya.
"Kini kondisinya telah jauh lebih baik, bahkan tidak ada lagi kejang. Kami berharap ia mulai bebas kejang buat seterusnya," kata Carter seperti dikutip dari SWNS, Minggu (7/2/2016).
Di Inggris sendiri, tercatat cuma ada empat mesin robot, dan Billy yaitu pasien anak pertama yg mendapatkan prosedur operasi yg disebut 'robotic stereotactic EEG' tersebut.
< em>Baca juga: 6 Langkah Pertolongan Pertama Bagi Kejang-kejang karena Epilepsi (lll/up)
Sumber: http://health.detik.com
