Bisa 'Gagal' Sewaktu-waktu, Jantung Bocah Ini Dipasangi Alarm
Sebagian besar penderitanya bahkan dilaporkan tidak mampu bertahan hidup hingga mencapai 30 tahun. Untungnya kemudian Stanley terpilih menjadi sesuatu dari 100 anak di semua dunia yg diajak buat ambil bagian dalam sebuah proyek medis.
Anak-anak dalam proyek ini dipasangi sebuah implan yg dilengkapi sistem Bluetooth di dada mereka. Apa tujuannya? Rupanya, implan itu digunakan sebagai alat monitoring bilamana terdeteksi aktivitas jantung yg tak wajar atau mengindikasikan adanya kegagalan.
Menurut tim dokter, anak dengan keadaan seperti Stanley paling rentan mengalami gangguan aritmia jantung yg berbahaya, bila dibandingkan anak-anak dengan gangguan neuromuskular lainnya.
Baca juga: Sama-sama Bikin Lumpuh, Kenali Gejala Distrofi Otot dan Polio
Â
"Kami bilang kepadanya ada robot kecil yg mulai melindungi dirinya. Ia bahkan memberinya nama 'R2-D2' seperti nama karakter Star Wars kesayangannya," kisah sang ayah, Rob seperti dilaporkan Daily Mail.
Rob juga ikut mendampingi Stanley ketika implannya dipasangkan di Barcelona dua waktu lalu. Menurut tim dokter, Stanley cuma diberi bius lokal ketika prosedur dilakukan, namun orang tuanya tidak boleh menemani. Padahal usia bocah yang berasal Clacton, Essex itu masih terlalu muda bagi melihat apa yg tim medis lakukan terhadapnya.
Awalnya, tim dokter memasukkan sebuah k ateter lewat salah sesuatu pembuluh darah di lengan Stanley buat memastikan kesiapan fisiknya. Setelah itu barulah implan dipasangkan di antara tulang dada dan di bawah jantungnya. "Kami menunggu di luar sementara prosedur dilakukan. Kami cukup stres, tetapi dia justru sangat berani," kata Rob bangga.
Bahkan 10 menit setelah prosedur selesai, Stanley telah tertawa terbahak-bahak.
Untuk selanjutnya, implan itu mulai melakukan pemantauan jantung Stanley selama 24 jam penuh hingga tiga tahun ke depan. Informasi yg direkam implan itu juga bisa dipantau segera oleh tim dokter di Spanyol.
Baca juga: Anak Kecil Suka Jalan Jinjit Tanda-Tanda Autis?
Â
Bila terjadi hal-hal yg tak diinginkan, implan ini juga secara otomatis mulai menyalakan semacam alarm agar Stanley langsung mendapatkan penanganan.
Â
"Sejauh ini kita tahu implan itu sudah menyelamatkan tiga ana k, dengan cara memberikan peringatan kepada dokter tentang adanya gangguan jantung serius," imbuh Rob.
Ke depan, hasil pengamatan yg didapat dari Stanley dan teman-temannya mulai digunakan sebagai panduan buat membuat rencana penatalaksanaan pengobatan buat pengidap distrofi otot sejak lahir atau congenital. Sebab saking langkanya, penatalaksanaan pengobatan bagi anak-anak ini nyaris tak ada.(lll/vit)
Sumber: http://health.detik.com
Sebagian besar penderitanya bahkan dilaporkan tidak mampu bertahan hidup hingga mencapai 30 tahun. Untungnya kemudian Stanley terpilih menjadi sesuatu dari 100 anak di semua dunia yg diajak buat ambil bagian dalam sebuah proyek medis.
Anak-anak dalam proyek ini dipasangi sebuah implan yg dilengkapi sistem Bluetooth di dada mereka. Apa tujuannya? Rupanya, implan itu digunakan sebagai alat monitoring bilamana terdeteksi aktivitas jantung yg tak wajar atau mengindikasikan adanya kegagalan.
Menurut tim dokter, anak dengan keadaan seperti Stanley paling rentan mengalami gangguan aritmia jantung yg berbahaya, bila dibandingkan anak-anak dengan gangguan neuromuskular lainnya.
Baca juga: Sama-sama Bikin Lumpuh, Kenali Gejala Distrofi Otot dan Polio
Â
"Kami bilang kepadanya ada robot kecil yg mulai melindungi dirinya. Ia bahkan memberinya nama 'R2-D2' seperti nama karakter Star Wars kesayangannya," kisah sang ayah, Rob seperti dilaporkan Daily Mail.
Rob juga ikut mendampingi Stanley ketika implannya dipasangkan di Barcelona dua waktu lalu. Menurut tim dokter, Stanley cuma diberi bius lokal ketika prosedur dilakukan, namun orang tuanya tidak boleh menemani. Padahal usia bocah yang berasal Clacton, Essex itu masih terlalu muda bagi melihat apa yg tim medis lakukan terhadapnya.
Awalnya, tim dokter memasukkan sebuah k ateter lewat salah sesuatu pembuluh darah di lengan Stanley buat memastikan kesiapan fisiknya. Setelah itu barulah implan dipasangkan di antara tulang dada dan di bawah jantungnya. "Kami menunggu di luar sementara prosedur dilakukan. Kami cukup stres, tetapi dia justru sangat berani," kata Rob bangga.
Bahkan 10 menit setelah prosedur selesai, Stanley telah tertawa terbahak-bahak.
Untuk selanjutnya, implan itu mulai melakukan pemantauan jantung Stanley selama 24 jam penuh hingga tiga tahun ke depan. Informasi yg direkam implan itu juga bisa dipantau segera oleh tim dokter di Spanyol.
Baca juga: Anak Kecil Suka Jalan Jinjit Tanda-Tanda Autis?
Â
Bila terjadi hal-hal yg tak diinginkan, implan ini juga secara otomatis mulai menyalakan semacam alarm agar Stanley langsung mendapatkan penanganan.
Â
"Sejauh ini kita tahu implan itu sudah menyelamatkan tiga ana k, dengan cara memberikan peringatan kepada dokter tentang adanya gangguan jantung serius," imbuh Rob.
Ke depan, hasil pengamatan yg didapat dari Stanley dan teman-temannya mulai digunakan sebagai panduan buat membuat rencana penatalaksanaan pengobatan buat pengidap distrofi otot sejak lahir atau congenital. Sebab saking langkanya, penatalaksanaan pengobatan bagi anak-anak ini nyaris tak ada.(lll/vit)
Sumber: http://health.detik.com