Kamis, 18 Februari 2016

test: Cara Tepat Bagi Ortu Menyikapi Anak 17 Tahun Yang Sudah Merasa Cukup Dewasa

Cara Tepat Bagi Ortu Menyikapi Anak 17 Tahun Yang Sudah Merasa Cukup Dewasa


Jakarta, Selepas menginjak usia 17 tahun, tidak jarang anak merasa dirinya telah cukup dewasa. Sehingga, kerap kali anak merasa yakin diri saat mulai melakukan suatu hal. Saat situasi ini terjadi, bagaimana baiknya orang tua bersikap?

Diungkapkan psikolog anak dan remaja dari RSAB Asa Kita, Ade Dian Komala MPsi, saat anak merasa dewasa, yg utama dikerjakan orang tua adalah berkomunikasi. Sebab, dengan komunikasi orang tua mampu tahu sejauh mana kedewasaan anak. Nah, kedewasaan anak mampu diukur salah satunya dengan melihat kemampuan dia dalam mengatasi masalahnya.

"Misalnya anak 18 tahun mau kuliah di luar kota, tanyakan kenapa dia mau kuliah di luar kota. Dia jawab karena universitasnya termasuk unggulan. Oke, setelah itu ajak ngomong pe rsoalan yg bakal ditemui seperti dia nanti harus nge-kos dan sebagainya, ternyata dia dapat planning. Berati anak ini telah bersiap karena secara kemandirian berpikir, secara kedewasaan dia telah matang," terang Ade ketika berbincang dengan detikHealth baru-baru ini.

Namun, menurut Ade ada pula anak yg 'nekat'. Dalam artian, saat ia ingin kuliah di kota lain, dia cuma mempertimbangkan kata teman-temannya yg mengungkapkan universitas tersebut baik. Nah, saat anak seperti itu, berarti dia belum cukup dewasa dalam berpikir karena dia melakukan satu berdasarkan konformitas atau kata orang.

Baca juga: Jangan Keliru, Haid Merupakan Tanda Akhir Pubertas Anak Perempuan

Ketika anak seperti itu jauh dari orang tua, dapat saja ia melakukan hal yg tak semestinya yg cuma dipertimbangkan berdasarkan prinsip 'kata teman'. Sebab, ketika itu si anak belum memiliki nilai yg mampu ia jadikan pegangan. Sehingga, anak seperti itu dapat dikatakan belum dewasa dan belum bersiap buat lepas dari orang tua, demikian diungkapkan Ade.

"Jadi orang tua perlu mematangkan kemampuan berpikir si anak sehingga kalian dapat menilai bahwa dewasa itu bukan pada usianya tetapi pada kemampuan berpikirnya," kata Ade.

Dalam keseharian pun, tidak jarang ditemui seseorang yg secara usia mampu dikatkan telah dewasa, tetapi tak dengan kemampuan berpikirnya. Menurut Ade, hal itu mampu terjadi karena faktor pola asuh orang tua yg sesuatu arah dan terlalu banyak 'menyuapi' anak. Sehingga, anak mulai menuruti saja apa kata orang tua.

"Pola asuh yg lebih otoriter permisif ya. Semua disiapin, dilayani orang tua. Akhirnya anak tak ada kemampuan berpikir, tak mandiri karena dia tahunya beres aja. Akibatnya anak jadi tahu enaknya, sehingga kemampuan berpikir dia yg mestinya pintar jadi nggak kepakai," pungkas Ade.

Baca juga: Remaja yg Nir Kunjung Puber Mungkin Mengalami Masalah Ini


(rdn/vit)
Sumber: http://health.detik.com

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : test: Cara Tepat Bagi Ortu Menyikapi Anak 17 Tahun Yang Sudah Merasa Cukup Dewasa