Kamis, 18 Februari 2016

test: Cegah Dampak Zika Dengan Tunda Hamil Dan Dilarang Berciuman, Berlebihankah?

Cegah Dampak Zika Dengan Tunda Hamil Dan Dilarang Berciuman, Berlebihankah?


Jakarta, Brazil dan Kolombia adalah beberapa negara di Amerika Latin yg terkena virus Zika. Untuk menanggulanginya berbagai cara dilakukan.

Cara yg digunakan antara yang lain dengan menyarankan agar warga tidak berciuman, menunda hamil, dan menggunakan bantuan nyamuk yg sudah dimodifikasi genetik. Berciuman dilarang karena diduga virus dapat menyebar lewat air liur, penundaan hamil dikerjakan bagi mencegah mikrosefali yg disebut berkaitan, dan nyamuk mutan dipakai bagi menekan populasi Aedes aegypti selaku vektor virus.

Apakah cara tersebut beralasan atau cuma satu yg berlebihan karena sebuah ketakutan? Peneliti dari Indonesia yg aktif di World Health Organization (WHO) Profesor dr Tjandra Yoga Aditama berkomentar bahwa yg jelas semua hal tentang Zika masih diteliti dan baru sedikit yg sudah diketahui.

Baca juga: Dugaan Larvasida Picu Mikrosefali Dinilai Lemah, Zika Masih 'Tersangka'

Tiap negara mampu saja milik caranya 'unik' masing-masing sebagai langkah mencegah penyakit menyebar dan menimbulkan kerusakan parah. Hanya memang aturan resmi dari WHO tidak menyebut aturan-aturan tersebut resmi bagi segala negara.

"WHO yg jelas tidak melarang bepergian dan berdagang ke negara terkait. Kalau mau pergi silakan tetapi harus berhati-hati, hindari gigitan nyamuk. Kalau kemudian tiap negara milik kebijakan masing-masing ya tergantung dari situasinya sendiri-sendiri," kata Prof Tjandra saat ditemui pada seminar Zika di RSUP Persahabatan, Jakarta Timur, Kamis (18/2/2016).

"Semua upaya tentu saja mulai dikerjakan dan sampai sekarang masih dalam pergerakkan. Apakah penggunaan nyamuk modifikasi genetik itu benar m ulai bermanfaat atau tak kami juga masih tunggu hasilnya," lanjut Prof Tjandra.

Peneliti dunia memang belum dapat mengkonfirmasi bahwa Zika menyebabkan mikrosefali, kecacatan akibat otak yg tidak berkembang sempurna. Oleh karena itu WHO bagi ketika ini baru dapat mendorong agar negara-negara semakin meningkatkan fungsi pengawasannya agar jelas pola hubungan penyakit.

Baca juga: Peneliti Sebut Temukan Virus Zika di Air Liur dan Urine

(fds/vit)
Sumber: http://health.detik.com

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : test: Cegah Dampak Zika Dengan Tunda Hamil Dan Dilarang Berciuman, Berlebihankah?