Disebut Mengalami Radang Otak, Apa Sebenarnya Penyakit Fahmi?
Susi Susanti (42), ibu kandung Fahmi menyampaikan anak keduanya tersebut pernah jatuh di kamar mandi pada usia 3 tahun. Benturan di kepala memicu penggumpalan darah dan radang di otak. Sejak ketika itu, Fahmi tidak jarang mengalami kejang. Dalam sehari, mampu 3-4 kali kejangnya kambuh.
"Dokter sih nggak bilang meningitis. Cuma radang otak begitu saja," jelas Susi, atau akrab disapa Teh Esi, ditemui di kontrakannya di Gang Lingkungan Resik II RT/RW 06/04, Kramatwatu, Serang, Banten, Kamis (11/2/2016).
Dari dokter saraf yg memeriksa, Fahmi mendapatkan 3 macam obat yakni steso lid (diazepam), depakene (valproic acid), dan nootropil (piracetam). Sebagian di antaranya yaitu obat antikejang yg biasanya diberikan pada pasien dengan gangguan epilepsi.
Baca juga: Fahmi yg Kena Radang Otak Sudah Tak 'Mangkal' di Pasar Bintaro
Sayangnya, Teh Esi mengaku tak menyimpan berkas apapun terkait pemeriksaan Fahmi. Seluruh rekam medis, termasuk citra MRI (Magnetic Resonance Imaging), hilang dibawa oleh seseorang yg mengaku wartawan dan ingin menolong mencarikan sumbangan. Belakangan, Teh Esi merasa dirinya sudah kena tipu karena sumbangan tersebut tak pernah sampai ke tangannya.
Tidak jelas betul apa penyakit yg menyerang Fahmi. Yang jelas, Fahmi masih kadang mengalami kejang. Badannya masih kurus, meskipun pada usia 3 tahun ia pernah lebih kurus lagi. Mulutnya tak dapat mengunyah sehingga cuma mampu makan bubur.
"Bahkan BAB (buang air besar) pun harus dikorek pak ai tangan. Nggak dapat dia. Tandanya kalau telah pengen BAB, perutnya terlihat penuh selalu kakinya nendang-nendang. Seperti nggak nyaman, itu tandanya harus dikorek bagi BAB," kata Ujang, ayah tiri Fahmi.
Baca juga: Ini yg Terjadi saat Kuman TB 'Bersarang' di Otak(up/vit)
Sumber: http://health.detik.com
Susi Susanti (42), ibu kandung Fahmi menyampaikan anak keduanya tersebut pernah jatuh di kamar mandi pada usia 3 tahun. Benturan di kepala memicu penggumpalan darah dan radang di otak. Sejak ketika itu, Fahmi tidak jarang mengalami kejang. Dalam sehari, mampu 3-4 kali kejangnya kambuh.
"Dokter sih nggak bilang meningitis. Cuma radang otak begitu saja," jelas Susi, atau akrab disapa Teh Esi, ditemui di kontrakannya di Gang Lingkungan Resik II RT/RW 06/04, Kramatwatu, Serang, Banten, Kamis (11/2/2016).
Dari dokter saraf yg memeriksa, Fahmi mendapatkan 3 macam obat yakni steso lid (diazepam), depakene (valproic acid), dan nootropil (piracetam). Sebagian di antaranya yaitu obat antikejang yg biasanya diberikan pada pasien dengan gangguan epilepsi.
Baca juga: Fahmi yg Kena Radang Otak Sudah Tak 'Mangkal' di Pasar Bintaro
Sayangnya, Teh Esi mengaku tak menyimpan berkas apapun terkait pemeriksaan Fahmi. Seluruh rekam medis, termasuk citra MRI (Magnetic Resonance Imaging), hilang dibawa oleh seseorang yg mengaku wartawan dan ingin menolong mencarikan sumbangan. Belakangan, Teh Esi merasa dirinya sudah kena tipu karena sumbangan tersebut tak pernah sampai ke tangannya.
Tidak jelas betul apa penyakit yg menyerang Fahmi. Yang jelas, Fahmi masih kadang mengalami kejang. Badannya masih kurus, meskipun pada usia 3 tahun ia pernah lebih kurus lagi. Mulutnya tak dapat mengunyah sehingga cuma mampu makan bubur.
"Bahkan BAB (buang air besar) pun harus dikorek pak ai tangan. Nggak dapat dia. Tandanya kalau telah pengen BAB, perutnya terlihat penuh selalu kakinya nendang-nendang. Seperti nggak nyaman, itu tandanya harus dikorek bagi BAB," kata Ujang, ayah tiri Fahmi.
Baca juga: Ini yg Terjadi saat Kuman TB 'Bersarang' di Otak(up/vit)
Sumber: http://health.detik.com