Sabtu, 13 Februari 2016

test: Fakta-fakta Yang Harus Anda Ketahui Soal Depresi Remaja

Fakta-fakta Yang Harus Anda Ketahui Soal Depresi Remaja


Jakarta, Remaja yg mengalami depresi membutuhkan pertolongan. Namun dapat jadi hal itu tak terlihat, atau dia menolak saat Anda menawarkannya.

dr Andri, SpKJ, FAPM, menyampaikan depresi pada remaja sulit dideteksi. Hal ini diakibatkan oleh kemampuan menyembunyikan yg lebih baik dan gejala yg berbeda dengan depresi dewasa.

Oleh karena itu, dirangkum detikHealth dari berbagai sumber, berikut fakta-fakta yg harus Anda ketahui tentang depresi remaja:

1. Dua sisi obat

Pakar sampai ketika ini masih terbelah menjadi beberapa kelompok soal penggunaan obat antidepressan pada pasien depresi remaja. Obat antidepressan memang dapat mengurangi gejala depresi, namun juga meningkatkan risiko bunuh diri.

"Memang ironis , tetapi faktanya memang seperti itu. Di Ameriak, FDA memiliki black box warning pada setiap kemasan antidepressan, yakni peringatan buat tak meresepkan berlebihan karena mampu meningkatkan risiko bunuh diri," tutur dr Andri.

2. Jangan dijauhi

Remaja yg depresi sejatinya membutuhkan pertolongan. Sehingga jangan biarkan remaja pasien depresi sendirian dan malah menjauhinya.

"Malah harus dirangkul, diajak melakukan kegiatan yg aktif. Misalnya milik hobi olahraga ya diajak main bola atau futsal," tambahnya.

3. Inisiasi percakapan

Orang tua harus membuka diri bagi melakukan percakapan dengan anak soal gangguan kejiwaan. Sebabnya anak remaja mungkin mengetahui mereka sedang depresi namun tak tahu harus meminta pertolongan ke mana.

"Pembicaraan seputar kesehatan mental harus dikerjakan tidak cuma di rumah namun juga di sekolah, sosial media dan lingkaran sosial lainnya. Kesehatan mental terjadi pada tiga dari anak -anak dalam sesuatu kelas dan ini persoalan serius," ungkap Sue Baker, pakar psikologi dari Amerika.

4. Waspada bullying saudara kandung

Bullying atau tindakan mengganggu dengan intimidasi adalah tindakan yg biasanya dikerjakan oleh senior kepada juniornya bagi memperlihatkan kekuasaan yg lebih. Dampaknya pada korban, bullying mampu menimbulkan persoalan psikologis seperti stres dan depresi.

Peneliti dari University of Oxford yg dipimpin oleh Lucy Bowes menyampaikan korban bullying yg dikerjakan oleh saudara kandung memiliki risiko beberapa kali lebih mungkin bagi mengembangkan rasa depresi. Mereka tak bisa memastikan bahwa bullying yg dikerjakan oleh saudara kandung berhubungan segera dengan rasa depresi dan tindakan menyiksa diri.

5. Pantau sekolah anak

Menurut National Institute of Mental Health, menolak bagi pergi sekolah atau berpura-pura sakit mampu jadi yaitu sinyal yg menandakan depresi pada anak. Gangguan mood itu juga menyebabkan anak semakin sulit berkonsentrasi di kelas. Jika Anak memamerkan perilaku seperti itu, orang tua harus waspada.

"Misalnya, setiap mau sekolah terus sakit perut, sakit kepala. Ini dapat jadi psikosomatik. Jadi penyebab depresinya ada di sekolah, mungkin teman atau yg lainnya," papar dr Andri.(mrs/up)
Sumber: http://health.detik.com

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : test: Fakta-fakta Yang Harus Anda Ketahui Soal Depresi Remaja