Glaukoma Bisa Dialami Sejak Bayi, Risiko Tinggi Pada Yang Lahir Prematur
"Bayi lahir prematur, retinanya telah rusak sejak lahir yg akhirnya memengaruhi keseimbangan cairan mata dan menyebabkan tekanan tinggi pada bola mata," tutur dr Emma Rusmayani, SpM dari Jakarta Eye Center Kedoya kepada detikHealth, dua waktu lalu.
Penyebab lainnya menurut dr Emma adalah munculnya tumor di mata bayi. Tumor ini menekan bola mata yg akhirnya merusak saraf mata dan menyebabkan gangguan luas penglihatan.
Baca juga: Riwayat Genetik Tingkatkan Risiko Glaukoma Primer
Situs WebMD menyebut glaukoma kongenital termasuk masalah langka. Statistik menyebut glaukoma ini cuma terjadi pada 1 dari 10.000 kelahiran hidup di dunia. Meski langka, bukan berarti penanganan yg dikerjakan berbeda.
Bayi yg tak mendapat penanganan segera berisiko tinggi mengalami kebutaan sebelum umur 3 tahun. Masalahnya, penyakit ini sama seperti glaukoma orang dewasa di mana tak ada gejala yg muncul secara khusus.
Meski begitu, dr Emma menjelaskan biasanya orang tua mampu melihat tanda-tandanya. Salah satunya adalah dari kemampuan bayi bagi berkedip atau tanda yg tampak seperti tumor dan kelopak mata yg berbeda.
Untuk penanganan, glaukoma kongenital tak berbeda dengan glaukoma pada orang dewasa. Mata bayi aka dioperasi dan dibuatkan saluran agar tak ada penumpukan cairan mata yg menyebabkan tekanan bola mata tinggi.
"Begitu dia boleh dioperasi, dokter anak bilang oke, segera dioperasi. Pada anak-anak bisanya tak ada keluhan dan risiko gangguan pengl ihatan di masa depan berkurang," paparnya.
Baca juga: Infografis: 5 Fase Glaukoma si Pencuri Penglihatan (mrs/vit)
Sumber: http://health.detik.com
"Bayi lahir prematur, retinanya telah rusak sejak lahir yg akhirnya memengaruhi keseimbangan cairan mata dan menyebabkan tekanan tinggi pada bola mata," tutur dr Emma Rusmayani, SpM dari Jakarta Eye Center Kedoya kepada detikHealth, dua waktu lalu.
Penyebab lainnya menurut dr Emma adalah munculnya tumor di mata bayi. Tumor ini menekan bola mata yg akhirnya merusak saraf mata dan menyebabkan gangguan luas penglihatan.
Baca juga: Riwayat Genetik Tingkatkan Risiko Glaukoma Primer
Situs WebMD menyebut glaukoma kongenital termasuk masalah langka. Statistik menyebut glaukoma ini cuma terjadi pada 1 dari 10.000 kelahiran hidup di dunia. Meski langka, bukan berarti penanganan yg dikerjakan berbeda.
Bayi yg tak mendapat penanganan segera berisiko tinggi mengalami kebutaan sebelum umur 3 tahun. Masalahnya, penyakit ini sama seperti glaukoma orang dewasa di mana tak ada gejala yg muncul secara khusus.
Meski begitu, dr Emma menjelaskan biasanya orang tua mampu melihat tanda-tandanya. Salah satunya adalah dari kemampuan bayi bagi berkedip atau tanda yg tampak seperti tumor dan kelopak mata yg berbeda.
Untuk penanganan, glaukoma kongenital tak berbeda dengan glaukoma pada orang dewasa. Mata bayi aka dioperasi dan dibuatkan saluran agar tak ada penumpukan cairan mata yg menyebabkan tekanan bola mata tinggi.
"Begitu dia boleh dioperasi, dokter anak bilang oke, segera dioperasi. Pada anak-anak bisanya tak ada keluhan dan risiko gangguan pengl ihatan di masa depan berkurang," paparnya.
Baca juga: Infografis: 5 Fase Glaukoma si Pencuri Penglihatan (mrs/vit)
Sumber: http://health.detik.com