Heboh Virus Zika, Menkes Sebut Belum Ada Peningkatan Kasus Mikrosefali
"Belum. Kami tak ada data tersebut. Harus dibuktikan lalu bahwa penyebabnya adalah Zika. Nah itu yg belum," kata Menkes Nila, ditemui dalam seminar nasional kegawatdaruratan di Hotel Bidakara, Jakarta, Rabu (3/2/2016).
Di Amerika Latin, khususnya di Brazil, outbreak virus Zika dibarengi dengan peningkatan perkara mikrosefali. Meski belum 100 persen terkonfirmasi, dugaan bahwa infeksi Zika pada ibu hamil berubungan dengan kelahiran anak dengan mikrosefali selalu menguat.
Belakangan, infeksi virus Z ika dikaitkan juga dengan gangguan saraf guillain barre syndrome (GBS). Sindrom ini memicu kelumpuhan otot, dan mampu menyebabkan kematian saat yg terserang adalah otot-otot pada organ vital seperti otot pernapasan.
Baca juga: Curhat Ana, Jurnalis dari Brazil yg Terlahir dengan Mikrosefali
Virus Zika termasuk dalam golongan flavavirus, yg masih berkerabat dekat dengan virus dengue dan chikungunya. Sama seperti dengue, Zika juga ditularkan oleh nyamuk Aedes, terutama Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Kedua spesies nyamuk ini hidup di Indonesia.
Keberadaan virus zika di Indonesia telah dilaporkan sejak tahun 1970-an, melalui temuan antibodi pada dua pasien di Klaten. Temuan secara virologi baru dilaporkan buat pertama kalinya pada 2015, secara tak sengaja ketika para ilmuwan dari Forum Biomolekular Eijkman meneliti dengue di daerah Jambi.
Baca juga: Soal Ancaman Zika, Menkes Imbau WNI Tetap Waspada Saat ke Luar Negeri
(up/vit)
Sumber: http://health.detik.com
"Belum. Kami tak ada data tersebut. Harus dibuktikan lalu bahwa penyebabnya adalah Zika. Nah itu yg belum," kata Menkes Nila, ditemui dalam seminar nasional kegawatdaruratan di Hotel Bidakara, Jakarta, Rabu (3/2/2016).
Di Amerika Latin, khususnya di Brazil, outbreak virus Zika dibarengi dengan peningkatan perkara mikrosefali. Meski belum 100 persen terkonfirmasi, dugaan bahwa infeksi Zika pada ibu hamil berubungan dengan kelahiran anak dengan mikrosefali selalu menguat.
Belakangan, infeksi virus Z ika dikaitkan juga dengan gangguan saraf guillain barre syndrome (GBS). Sindrom ini memicu kelumpuhan otot, dan mampu menyebabkan kematian saat yg terserang adalah otot-otot pada organ vital seperti otot pernapasan.
Baca juga: Curhat Ana, Jurnalis dari Brazil yg Terlahir dengan Mikrosefali
Virus Zika termasuk dalam golongan flavavirus, yg masih berkerabat dekat dengan virus dengue dan chikungunya. Sama seperti dengue, Zika juga ditularkan oleh nyamuk Aedes, terutama Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Kedua spesies nyamuk ini hidup di Indonesia.
Keberadaan virus zika di Indonesia telah dilaporkan sejak tahun 1970-an, melalui temuan antibodi pada dua pasien di Klaten. Temuan secara virologi baru dilaporkan buat pertama kalinya pada 2015, secara tak sengaja ketika para ilmuwan dari Forum Biomolekular Eijkman meneliti dengue di daerah Jambi.
Baca juga: Soal Ancaman Zika, Menkes Imbau WNI Tetap Waspada Saat ke Luar Negeri
(up/vit)
Sumber: http://health.detik.com