Ingin Kulit Lebih Gelap Dengan Tanning, Perut Model Ini Malah Melepuh
Wanita yg bekerja sebagai model dan memiliki kulit putih ini menceritakan awalnya ia memang ingin membuat kulitnya menjadi berwarna lebih gelap. Ia pun mengunjungi Savannah High Tech Tanning Shop dan membayar bagi beberapa sesi terapi.
Alkhatib mengungkapkan dirinya menghabiskan sesi tanning selama 20 menit. Delapan jam kemudian ia kembali ke salon tersebut dan melakukan sesi tanning keduanya selama sekitar 12 menit.
"Saat itulah kulit di perut aku kemudian memerah dan akan terasa panas. Pegawai di sana baru kemudian menyampaikan bahwa aku terlalu lama melakukan sesi tanning. Seharusnya mereka menyampaikan itu di awal sebelum aku melakukannya. Saya benar-benar kecewa," tutur Alkhatib, seperti dikutip dari Mirror, Kamis (11/2/2016).
Baca juga: Jika Muncul 'Tahi Lalat' Seperti Ini, Waspadai Gejala Kanker Kulit
Sampai ketika ini, kulit di perut Alkhatib masih berwarna kemerahan dan muncul bekas luka melepuh yg cukup luas. Ia pun harus menahan perih saat sedang berkeringat atau sedang berada di ruangan bersuhu panas.
Pihak salon menolak memberi informasi terkait masalah ini. Alkhatib pun memilih buat tak kembali berurusan dengan salon tersebut. Ia lebih fokus bagi berkonsultasi ke dokter kulit guna menyembuhkan luka lepuhan yg ia miliki.
"Akibat keadaan ini, aku kehilangan dua pekerjaan. Sebab bukan hanya di perut, sering warna merah dan luka lepuhan juga tidak jarang muncul di wajah dan kaki saya," imbuh Alkh atib.
Terapi sunbed memakai sinar ultraviolet memang mampu membuat warna kulit menjadi lebih gelap, namun seandainya dikerjakan secara tidak wajar, efek yg muncul pada kulit justru seperti terbakar sinar matahari secara langsung.
Public Health England (PHE) juga secara terang-terangan telah melarang penggunaan sunbed bagi proses tanning kosmetik. Menurut PHE, paparan sinar UV secara berkepanjangan meningkatkan risiko perkembangan kanker kulit.
Baca juga: Tren Sunburn Art Menjamur di Media Sosial, Bahaya Kanker Kulit Meningkat
(ajg/vit)
Sumber: http://health.detik.com
Wanita yg bekerja sebagai model dan memiliki kulit putih ini menceritakan awalnya ia memang ingin membuat kulitnya menjadi berwarna lebih gelap. Ia pun mengunjungi Savannah High Tech Tanning Shop dan membayar bagi beberapa sesi terapi.
Alkhatib mengungkapkan dirinya menghabiskan sesi tanning selama 20 menit. Delapan jam kemudian ia kembali ke salon tersebut dan melakukan sesi tanning keduanya selama sekitar 12 menit.
"Saat itulah kulit di perut aku kemudian memerah dan akan terasa panas. Pegawai di sana baru kemudian menyampaikan bahwa aku terlalu lama melakukan sesi tanning. Seharusnya mereka menyampaikan itu di awal sebelum aku melakukannya. Saya benar-benar kecewa," tutur Alkhatib, seperti dikutip dari Mirror, Kamis (11/2/2016).
Baca juga: Jika Muncul 'Tahi Lalat' Seperti Ini, Waspadai Gejala Kanker Kulit
Sampai ketika ini, kulit di perut Alkhatib masih berwarna kemerahan dan muncul bekas luka melepuh yg cukup luas. Ia pun harus menahan perih saat sedang berkeringat atau sedang berada di ruangan bersuhu panas.
Pihak salon menolak memberi informasi terkait masalah ini. Alkhatib pun memilih buat tak kembali berurusan dengan salon tersebut. Ia lebih fokus bagi berkonsultasi ke dokter kulit guna menyembuhkan luka lepuhan yg ia miliki.
"Akibat keadaan ini, aku kehilangan dua pekerjaan. Sebab bukan hanya di perut, sering warna merah dan luka lepuhan juga tidak jarang muncul di wajah dan kaki saya," imbuh Alkh atib.
Terapi sunbed memakai sinar ultraviolet memang mampu membuat warna kulit menjadi lebih gelap, namun seandainya dikerjakan secara tidak wajar, efek yg muncul pada kulit justru seperti terbakar sinar matahari secara langsung.
Public Health England (PHE) juga secara terang-terangan telah melarang penggunaan sunbed bagi proses tanning kosmetik. Menurut PHE, paparan sinar UV secara berkepanjangan meningkatkan risiko perkembangan kanker kulit.
Baca juga: Tren Sunburn Art Menjamur di Media Sosial, Bahaya Kanker Kulit Meningkat
(ajg/vit)
Sumber: http://health.detik.com