Ini Alasan Mengapa Wajah Senyum Dan Muram Mudah Menular
Dalam studi yg dipublikasi di jurnal Trends in Cognitive Sciences peneliti dari University of Wisconsin menyampaikan bahwa manusia memiliki apa yg bernama sensorimotor simulation. Ketika melihat eksperesi orang lain, seseorang mulai secara otomatis mengikutinya agar dapat mengerti dan bereaksi terhadap emosi orang tersebut.
Baca juga: Peneliti Ungkap Jurusan Pendidikan Terkait dengan Kepribadian
Psikolog Adrienne Wood selaku pemimpin studi menyampaikan reaksi i ni terjadi cuma dalam waktu sepersekian ratus milidetik tanpa disadari. Bahkan saat pada dua masalah otot wajah tidak ikut bergerak mengikuti ekspresi orang lain, proses yg terjadi di otak tetap berjalan.
Dengan mengikuti mimik wajah, otak mulai terbantu mengakses memori keadaan emosional yg sama.
Nah saat seorang manusia bertemu dengan orang asing, kemampuan membaca emosi ini sangat utama buat menentukan tindakan selanjutnya. Apakah lari atau menyambutnya dapat ditentukan saat melihat wajah orang asing tersebu. Zaman dahulu hal ini dapat menentukan hidup dan mati.
"Ini semacam versi ekstrem dari menempatkan diri dalam posisi orang lain. Anda menggunakan ekspresi wajah orang lain," kata peneliti seperti dikutip dari Newser, Selasa (16/2/2016).
Baca juga: Gemas dan Ingin Menggigit Saat Nonton Video Binatang Lucu? Ini Alasannya(fds/vit)
Sumber: http://health.detik.com
Dalam studi yg dipublikasi di jurnal Trends in Cognitive Sciences peneliti dari University of Wisconsin menyampaikan bahwa manusia memiliki apa yg bernama sensorimotor simulation. Ketika melihat eksperesi orang lain, seseorang mulai secara otomatis mengikutinya agar dapat mengerti dan bereaksi terhadap emosi orang tersebut.
Baca juga: Peneliti Ungkap Jurusan Pendidikan Terkait dengan Kepribadian
Psikolog Adrienne Wood selaku pemimpin studi menyampaikan reaksi i ni terjadi cuma dalam waktu sepersekian ratus milidetik tanpa disadari. Bahkan saat pada dua masalah otot wajah tidak ikut bergerak mengikuti ekspresi orang lain, proses yg terjadi di otak tetap berjalan.
Dengan mengikuti mimik wajah, otak mulai terbantu mengakses memori keadaan emosional yg sama.
Nah saat seorang manusia bertemu dengan orang asing, kemampuan membaca emosi ini sangat utama buat menentukan tindakan selanjutnya. Apakah lari atau menyambutnya dapat ditentukan saat melihat wajah orang asing tersebu. Zaman dahulu hal ini dapat menentukan hidup dan mati.
"Ini semacam versi ekstrem dari menempatkan diri dalam posisi orang lain. Anda menggunakan ekspresi wajah orang lain," kata peneliti seperti dikutip dari Newser, Selasa (16/2/2016).
Baca juga: Gemas dan Ingin Menggigit Saat Nonton Video Binatang Lucu? Ini Alasannya(fds/vit)
Sumber: http://health.detik.com