Jika Dilakukan Seperti Ini, Renang Malah Bisa Menambah Berat Badan
Lebih jauh peneliti dan pengajar renang Profesor Kay Cox dari University of Western Australia juga menyampaikan berenang lebih ramah pada sendi karena bobot tubuh 'ditahan' oleh air. Berbeda saat seseorang berlari di mana sendi-sendi kakinya harus menahan bobot tubuh setiap langkah.
"Saya pikir berenang sangat baik dikerjakan oleh orang-orang yg ingin menurunkan berat. Renang tidak membebani persendian seperti ketika orang berjalan atau berlari sehingga Anda lebih minim risiko cedera dan dapat lebih bertahan lebih lama dengan rutinitas," kata Profesor Cox seperti dikutip dari ABC Australia pada Jumat (19/2/2016).
Baca juga: Ayo Berenang! Ini 7 Manfaat Sehat Olahraga Renang
Namun demikian Profesor Cox mengingatkan bahwa ada hal buruk juga dari berenang yg harus diperhatikan. Suhu air yg dingin sekitar 26-27 derajat celcius membuat para perenang mampu merasakan lapar yg lebih besar usai beraktivitas.
Menurut Profesor Cox olahraga darat yg biasa dikerjakan seperti berjalan atau lari mampu meningkatkan suhu tubuh dan hal ini umumnya mampu menahan nafsu makan. Namun pada berenang suhu tubuh menjadi lebih dingin dari biasa dan secara otomatis tubuh mulai mencari sumber energi tambahan buat menormalkan suhu kembali.
"Bila Anda berenang, terutama di air yg dingin, hal pertama yg Anda ingin lakukan begitu keluar dari air adalah menghangat kan badan dengan makan atau minum satu yg hangat," kata Profesor Cox.
Hal ini yg kemudian menjadi alasan mengapa berenang malah dapat membuat berat badan seseorang bertambah. Karena terdorong rasa lapar, konsumsi makanan dan minuman mampu dengan gampang melebihi jumlah kalori yg dibakar ketika berenang.
Profesor Cox menyampaikan bagi mengatasi rasa lapar tersebut ada alternatif yang lain yg dapat dikerjakan bagi menghangatkan badan. Sebagai contoh misalnya sehabis keluar dari air, seseorang mampu saja melakukan sedikit olahraga pemanasan ekstra.
Baca juga: Olahraga Terbaik buat Paru-paru adalah Renang
(fds/vit)
Sumber: http://health.detik.com
Lebih jauh peneliti dan pengajar renang Profesor Kay Cox dari University of Western Australia juga menyampaikan berenang lebih ramah pada sendi karena bobot tubuh 'ditahan' oleh air. Berbeda saat seseorang berlari di mana sendi-sendi kakinya harus menahan bobot tubuh setiap langkah.
"Saya pikir berenang sangat baik dikerjakan oleh orang-orang yg ingin menurunkan berat. Renang tidak membebani persendian seperti ketika orang berjalan atau berlari sehingga Anda lebih minim risiko cedera dan dapat lebih bertahan lebih lama dengan rutinitas," kata Profesor Cox seperti dikutip dari ABC Australia pada Jumat (19/2/2016).
Baca juga: Ayo Berenang! Ini 7 Manfaat Sehat Olahraga Renang
Namun demikian Profesor Cox mengingatkan bahwa ada hal buruk juga dari berenang yg harus diperhatikan. Suhu air yg dingin sekitar 26-27 derajat celcius membuat para perenang mampu merasakan lapar yg lebih besar usai beraktivitas.
Menurut Profesor Cox olahraga darat yg biasa dikerjakan seperti berjalan atau lari mampu meningkatkan suhu tubuh dan hal ini umumnya mampu menahan nafsu makan. Namun pada berenang suhu tubuh menjadi lebih dingin dari biasa dan secara otomatis tubuh mulai mencari sumber energi tambahan buat menormalkan suhu kembali.
"Bila Anda berenang, terutama di air yg dingin, hal pertama yg Anda ingin lakukan begitu keluar dari air adalah menghangat kan badan dengan makan atau minum satu yg hangat," kata Profesor Cox.
Hal ini yg kemudian menjadi alasan mengapa berenang malah dapat membuat berat badan seseorang bertambah. Karena terdorong rasa lapar, konsumsi makanan dan minuman mampu dengan gampang melebihi jumlah kalori yg dibakar ketika berenang.
Profesor Cox menyampaikan bagi mengatasi rasa lapar tersebut ada alternatif yang lain yg dapat dikerjakan bagi menghangatkan badan. Sebagai contoh misalnya sehabis keluar dari air, seseorang mampu saja melakukan sedikit olahraga pemanasan ekstra.
Baca juga: Olahraga Terbaik buat Paru-paru adalah Renang
(fds/vit)
Sumber: http://health.detik.com