Jutaan Orang Di AS Dilabeli Gemuk Meski Kenyataannya Sehat
Gara-gara milik IMT yg termasuk kategori gemuk, sekitar 75 juta orang dewasa di AS dianggap milik risiko penyakit jantung serta diabetes melitus. Dampaknya cukup luas, antara yang lain harus membayar lebih mahal bagi mendapatkan kesehatan.
Namun sebuah penelitian di University of California di Los Angeles (UCLA) mengungkap, 54 juta orang di antaranya sesungguhnya milik keadaan tubuh yg prima. Penelitian yg dipublikasikan dalam International Journal of Obesity tersebut menyiratkan bahwa IMT telah tak relevan digunakan.
"Ini seharusnya menjadi paku terakhir bagi menutup peti mati buat IMT," kata A Janet Tomiyama, psikolog dari UCLA yg memimpin penelitian tersebut, dikutip dari LA Times, Jumat (5/2/2016).
Baca juga: Masih Pakai Timbangan? Ini Dia 12 Cara Hitung Komposisi Lemak TubuhÂ
Nilai IMT dihitung dari berat badan seseorang (dalam kilogram), dibagi dengan kuadrat tinggi badan (dalam meter). IMT ideal berada dalam rentang 18,5-24,9 kg/m2, overweight antara 25-29,9 kg/m2, dan obesitas di atas 30 kg/m2.
Belakangan, para ahli menemukan bahwa orang-orang dengan IMT ideal mampu saja tak sehat. Sebaliknya, pemilik IMT yg tak ideal seringkali justru lebih sehat.
Hasil pengamatan pada 40.420 orang dewasa memperlihatkan bahwa 47 persen dari yg dikategorikan overweight, dan 29 persen dari yg dikategorikan, sesungguhnya memenuhi kriteria sehat. Kriteria tersebut didasarkan pada hasil tes darah, antara yang lain kadar kolesterol jahat, gula, dan juga tekanan darah.
Sebaliknya, 30 persen dari pemilik IMT ideal justru dinyatakan tak sehat secara metabolik.
Baca juga: Hipertensi dan Obesitas, Faktor Risiko Primer Penyakit Nir Menular di Bogor (up/up)
Sumber: http://health.detik.com
Gara-gara milik IMT yg termasuk kategori gemuk, sekitar 75 juta orang dewasa di AS dianggap milik risiko penyakit jantung serta diabetes melitus. Dampaknya cukup luas, antara yang lain harus membayar lebih mahal bagi mendapatkan kesehatan.
Namun sebuah penelitian di University of California di Los Angeles (UCLA) mengungkap, 54 juta orang di antaranya sesungguhnya milik keadaan tubuh yg prima. Penelitian yg dipublikasikan dalam International Journal of Obesity tersebut menyiratkan bahwa IMT telah tak relevan digunakan.
"Ini seharusnya menjadi paku terakhir bagi menutup peti mati buat IMT," kata A Janet Tomiyama, psikolog dari UCLA yg memimpin penelitian tersebut, dikutip dari LA Times, Jumat (5/2/2016).
Baca juga: Masih Pakai Timbangan? Ini Dia 12 Cara Hitung Komposisi Lemak TubuhÂ
Nilai IMT dihitung dari berat badan seseorang (dalam kilogram), dibagi dengan kuadrat tinggi badan (dalam meter). IMT ideal berada dalam rentang 18,5-24,9 kg/m2, overweight antara 25-29,9 kg/m2, dan obesitas di atas 30 kg/m2.
Belakangan, para ahli menemukan bahwa orang-orang dengan IMT ideal mampu saja tak sehat. Sebaliknya, pemilik IMT yg tak ideal seringkali justru lebih sehat.
Hasil pengamatan pada 40.420 orang dewasa memperlihatkan bahwa 47 persen dari yg dikategorikan overweight, dan 29 persen dari yg dikategorikan, sesungguhnya memenuhi kriteria sehat. Kriteria tersebut didasarkan pada hasil tes darah, antara yang lain kadar kolesterol jahat, gula, dan juga tekanan darah.
Sebaliknya, 30 persen dari pemilik IMT ideal justru dinyatakan tak sehat secara metabolik.
Baca juga: Hipertensi dan Obesitas, Faktor Risiko Primer Penyakit Nir Menular di Bogor (up/up)
Sumber: http://health.detik.com