Selasa, 16 Februari 2016

test: Kisah Hannah, Berdelusi Parah Setelah Melahirkan

Kisah Hannah, Berdelusi Parah Setelah Melahirkan


Jakarta, Bayangkan saat melihat buah hati, dan Anda percaya bahwa dia adalah anak Tuhan. Kedengarannya mungkin tidak masuk akal, namun hal tersebut dapat terjadi apabila seseorang terkena yg namanya psikosis postpartum.

Seperti yg dialami oleh Hannah dari Inggris pada bulan Maret 2015 lalu. Kisahnya diangkat oleh BBC ketika ia terkena psikosis postpartum tidak lama setelah melahirkan putrinya Esther.

"Saya memiliki energi tambahan dan mengira ini mungkin karena ada hormon yg aktif sehingga memudahkan urusan. Saya dapat tidak tidur sampai jam 12 atau sesuatu pagi," kata Hannah yg saat itu belum sadar dirinya sakit.

Psikiater dr Alain Gregoire dari klinik ibu dan bayi di Winchester menyampaikan psikosis postpartum hampir sama gejalanya dengan penyakit mental b erat. Hanya saja hal ini dialami oleh ibu yg habis melahirkan dan mampu ditangani.

Baca juga: Setelah Punya Anak, Ayah Juga Dapat Alami Postpartum Depression

"Rasanya seperti berada di mimpi buruk yg nyata, cuma bedanya Anda tidak mulai terbangun. Anda dapat dari merasa baik-baik saja hingga mengalami halusinasi dan pikiran ekstrem dengan sangat cepat," kata dr Gregoire seperti dikutip dari BBC, Selasa (16/2/2016).

Pada masalah Hannah, dalam waktu seminggu delusi yg dialaminya semakin parah dan ia kehilangan persepsi terhadap kenyataan. Namun karena keluarga tidak terlalu mengerti tentang kesehatan mental dan karena stigma juga maka Hannah tidak segera dibawa mencari pertolongan medis sampai puncaknya.

"Sampai aku percaya bahwa Esther mulai mati besok, tengah hari, tetapi Tuhan mulai menghidupkan dia kembali. Saya memberitahu suami saya, Rob ert, tetapi dia keheranan dan tidak mengerti maksud saya," ujar Hannah.

"Saat tengah hari semakin dekat, aku meringkuk berteriak-teriak minta tolong. Teriakan aku cukup keras sampai tetangga tiba berlari," lanjutnya.

Hannah dibawa ke klinik terdekat dan mendapat pertolongan dari tim kesehatan mental yg ada. Saat itu keadaan mental Hannah telah sangat parah dan pada dua kesempatan ia bahkan coba buat bunuh diri.

Beruntung dengan bantuan obat-obatan antipsikosis dan terapi setrum otak perlahan Hannah dapat mendapatkan kembali persepsinya terhadap realita. Kini ia masih dalam masa pemulihan tetapi telah diperbolehkan buat kembali pulang ke rumahnya.

Baca juga: Keterbukaan Ibu Krusial buat Tangkal Terjadinya Depresi Pasca Melahirkan

(fds/vit)
Sumber: http://health.detik.com

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : test: Kisah Hannah, Berdelusi Parah Setelah Melahirkan