Kulit Bayi Bercak Putih, Benarkah Pasti Karena Terkena ASI?
Menurut dokter spesialis kulit dan kelamin di EDMO Clinic Jakarta, dr Eddy Karta, SpKK, bercak putih yg tidak jarang muncul di wajah bayi bukanlah karena ruam ASI. Kemungkinan besar bercak tersebut muncul akibat gangguan pigmentasi sementara seperti pityriasis alba atau dermatitis atopik.
"Tetapi bila menetap berminggu-minggu atau meluas hingga melibatkan banyak area, maka perlu konsultasi ke dokter ahli bagi memeriksa kesehatan bayi dan kulitnya," tutur dr Eddy kepada detikHealth dan ditulis pada Rabu (10/2/2016).
Baca juga: Bayi dan Anak-anak Lebih Rentan Terkena Biang Keringat, Ini Penjelasannya
Dilanjutkan dr Eddy, berdasarkan literatur umumnya bayi jarang terkena panu. Panu lebih tidak jarang menyerang remaja dan dewasa muda. Nah, seandainya bayi atau anak-anak memiliki bercak bundar berwarna putih di wajah dan badan, maka kemungkinan hal tersebut bukanlah panu.
"Kondisi ini lebih kadang disebabkan oleh penyakit kulit pityriasis alba, dermatitis, tuberous sclerosis, dan lain-lain. Penyakit ini yaitu kelompok penyakit kulit akibat gangguan produksi melanin bawaan atau kerusakan kulit sementara," tutur dr Eddy.
Yang keliru, orang awam tidak jarang salah menduga bahwa bercak putih di wajah dan badan bayi serta anak sebagai panu. Bahkan tidak sedikit yg segera memakaikan obat panu. Padahal sembarangan pemakaian obat, apalagi di kulit wajah bayi serta anak yg masih sensitif, efek sampingnya mampu merusak kulit.
"Jadi jangan seluruh kelainan kulit pa da bayi atau anak-anak diberi obat panu. Harus diperiksa lalu ke dokter, dicari tahu keadaan kesehatan kulit bayinya," pesan dr Eddy.
Baca juga: Ini Alasannya Mengapa Tubuh Bayi Selalu Wangi dan Sangat Disukai
(ajg/vit)
Sumber: http://health.detik.com
Menurut dokter spesialis kulit dan kelamin di EDMO Clinic Jakarta, dr Eddy Karta, SpKK, bercak putih yg tidak jarang muncul di wajah bayi bukanlah karena ruam ASI. Kemungkinan besar bercak tersebut muncul akibat gangguan pigmentasi sementara seperti pityriasis alba atau dermatitis atopik.
"Tetapi bila menetap berminggu-minggu atau meluas hingga melibatkan banyak area, maka perlu konsultasi ke dokter ahli bagi memeriksa kesehatan bayi dan kulitnya," tutur dr Eddy kepada detikHealth dan ditulis pada Rabu (10/2/2016).
Baca juga: Bayi dan Anak-anak Lebih Rentan Terkena Biang Keringat, Ini Penjelasannya
Dilanjutkan dr Eddy, berdasarkan literatur umumnya bayi jarang terkena panu. Panu lebih tidak jarang menyerang remaja dan dewasa muda. Nah, seandainya bayi atau anak-anak memiliki bercak bundar berwarna putih di wajah dan badan, maka kemungkinan hal tersebut bukanlah panu.
"Kondisi ini lebih kadang disebabkan oleh penyakit kulit pityriasis alba, dermatitis, tuberous sclerosis, dan lain-lain. Penyakit ini yaitu kelompok penyakit kulit akibat gangguan produksi melanin bawaan atau kerusakan kulit sementara," tutur dr Eddy.
Yang keliru, orang awam tidak jarang salah menduga bahwa bercak putih di wajah dan badan bayi serta anak sebagai panu. Bahkan tidak sedikit yg segera memakaikan obat panu. Padahal sembarangan pemakaian obat, apalagi di kulit wajah bayi serta anak yg masih sensitif, efek sampingnya mampu merusak kulit.
"Jadi jangan seluruh kelainan kulit pa da bayi atau anak-anak diberi obat panu. Harus diperiksa lalu ke dokter, dicari tahu keadaan kesehatan kulit bayinya," pesan dr Eddy.
Baca juga: Ini Alasannya Mengapa Tubuh Bayi Selalu Wangi dan Sangat Disukai
(ajg/vit)
Sumber: http://health.detik.com