Morning Sickness Parah Dikira Hamil, Ternyata Perempuan Ini Kena Kanker Otak
Kondisi bermula Christine Tang ketika sedang berlibur ke New York pada Oktober 2012 lalu. Di tengah liburan, Christine justru kehilangan nafsu makan dan merasa tak enak badan.
Sejak itu, Christine terus mengeluh mual di pagi hari. Karena kehilangan nafsu makan, dia kehilangan bobot hampir 12 kg. Tak tahan dengan kondisinya, Christine pun memeriksakan diri ke dokter. Oleh dokter, dia diminta menjalani tes kehamilan.
"Saya bilang aku nggak hamil. Dan hasil tes ternyata memang negatif. Tapi aku masih juga diminta mengulang tesnya," ujar Christine, dikutip dari Daily Mail, Kamis ( 18/2/2016).
Baca juga: Hati-hati, Jangan Sembarangan Beri Ramuan Jahe ke Ibu HamilÂ
Dia juga diberi obat buat mengontrol asam lambung, namun kondisinya tidak juga membaik. Pada Februari 2013, Christine menjalani USG perut di Hemel Hempstead Hospital. Lalu enambulan kemudian menjalani endoskopi, tetapi dokter tak juga menemukan apa penyakitnya.
Setahun kemudian, dikerjakan tes Magnetic Resonance Imaging (MRI) pada perutnya. Tapi lagi-lagi tak ada petunjuk yg dapat memberi tahu apa yg terjadi pada diri Christine.
Pada pertengahan September 2013, Christine kehilangan keseimbangannya. Dokter pun memintanya melakukan MRI secara keseluruahn di Watford Hospital.
Dari pemeriksaan itu ditemukan benjolan di bagian belakang kepalanya. Di hari itu pula, dia dibawa ke National Hospital for Neurology and Neurosurgery di London. Tumor itu besarnya s ekitar 4 cm, dan baru diketahui Christine memiliki medulloblastoma stadium 4. Ini yaitu macam kanker langka pada orang dewasa karena lebih kadang dialami anak-anak.
Operasi pun dilakukan. Christine juga harus menjalani radioterapi selama enam pekan buat membebaskannya dari penyakit tersebut.
Setelah kena penyakit tersebut, Christine merasa hidupnya demikian berubah. Karena penyakit itu, Christine mundur dari pekerjaannya. Saat dirinya sibuk dengan pengobatan, teman-temannya sibuk merintis karir dan bahkan ada yg sudah bertunangan.
"Keseimbangan aku juga tak lagi sama. Kalau berjalan aku harus menggunakan tongkat. Aryinya tak ada sepatu berhak untuk saya," tutur Christine yg juga mengeluhkan penglihatan ganda.
Christine coba buat terus berpikir positif. Meski dia mengakui itu tidaklah mudah. Untunglah dia bertemu dengan komunitas yg mendukung perjuangan orang-orang muda dengan kanker, sehingga langkah Christine jadi lebih ringan.
Baca j uga: Morning Sickness di Penghujung Masa Kehamilan, Adakah Pengaruhnya buat Bayi? (vit/up)
Sumber: http://health.detik.com
Kondisi bermula Christine Tang ketika sedang berlibur ke New York pada Oktober 2012 lalu. Di tengah liburan, Christine justru kehilangan nafsu makan dan merasa tak enak badan.
Sejak itu, Christine terus mengeluh mual di pagi hari. Karena kehilangan nafsu makan, dia kehilangan bobot hampir 12 kg. Tak tahan dengan kondisinya, Christine pun memeriksakan diri ke dokter. Oleh dokter, dia diminta menjalani tes kehamilan.
"Saya bilang aku nggak hamil. Dan hasil tes ternyata memang negatif. Tapi aku masih juga diminta mengulang tesnya," ujar Christine, dikutip dari Daily Mail, Kamis ( 18/2/2016).
Baca juga: Hati-hati, Jangan Sembarangan Beri Ramuan Jahe ke Ibu HamilÂ
Dia juga diberi obat buat mengontrol asam lambung, namun kondisinya tidak juga membaik. Pada Februari 2013, Christine menjalani USG perut di Hemel Hempstead Hospital. Lalu enambulan kemudian menjalani endoskopi, tetapi dokter tak juga menemukan apa penyakitnya.
Setahun kemudian, dikerjakan tes Magnetic Resonance Imaging (MRI) pada perutnya. Tapi lagi-lagi tak ada petunjuk yg dapat memberi tahu apa yg terjadi pada diri Christine.
Pada pertengahan September 2013, Christine kehilangan keseimbangannya. Dokter pun memintanya melakukan MRI secara keseluruahn di Watford Hospital.
Dari pemeriksaan itu ditemukan benjolan di bagian belakang kepalanya. Di hari itu pula, dia dibawa ke National Hospital for Neurology and Neurosurgery di London. Tumor itu besarnya s ekitar 4 cm, dan baru diketahui Christine memiliki medulloblastoma stadium 4. Ini yaitu macam kanker langka pada orang dewasa karena lebih kadang dialami anak-anak.
Operasi pun dilakukan. Christine juga harus menjalani radioterapi selama enam pekan buat membebaskannya dari penyakit tersebut.
Setelah kena penyakit tersebut, Christine merasa hidupnya demikian berubah. Karena penyakit itu, Christine mundur dari pekerjaannya. Saat dirinya sibuk dengan pengobatan, teman-temannya sibuk merintis karir dan bahkan ada yg sudah bertunangan.
"Keseimbangan aku juga tak lagi sama. Kalau berjalan aku harus menggunakan tongkat. Aryinya tak ada sepatu berhak untuk saya," tutur Christine yg juga mengeluhkan penglihatan ganda.
Christine coba buat terus berpikir positif. Meski dia mengakui itu tidaklah mudah. Untunglah dia bertemu dengan komunitas yg mendukung perjuangan orang-orang muda dengan kanker, sehingga langkah Christine jadi lebih ringan.
Baca j uga: Morning Sickness di Penghujung Masa Kehamilan, Adakah Pengaruhnya buat Bayi? (vit/up)
Sumber: http://health.detik.com