Rabu, 10 Februari 2016

test: Mudah Memar Usai Terjatuh Atau Terbentur? Mungkin Ini Sebabnya

Mudah Memar Usai Terjatuh Atau Terbentur? Mungkin Ini Sebabnya


Jakarta, Setelah terjatuh atau terbentur sesuatu, di kulit biasanya mulai muncul tiga hal: kalau tak memar, luka atau dua-duanya. Tapi pernahkah Anda menyadari seandainya tidak seluruh benturan mengakibatkan memar.

Ada juga orang yg sekali terbentur mampu mengalami memar hingga berhari-hari, meskipun ada juga yg cuma memar dua waktu saja dulu hilang dengan sendirinya.

Di sisi lain, ada orang yg segera memar meskipun benturannya tak keras, ada juga yg tak memar sama sekali sampai benturan yg didapatkannya benar-benar keras.

Lalu mengapa perbedaan semacam ini mampu terjadi? Berikut faktor-faktor penyebabnya, seperti dikutip dari ABC Australia, Rabu (10/2/2016).

Baca juga: Kecil Tapi Penting, Ini Alasannya Anda Perlu Menyediakan Kotak P3K

1. Wanita
Dr Andrew Miller dari ANU mengatakan, wanita cenderung lebih gampang memar ketika terjatuh atau terbentur dibandingkan pria.

Ilmuwan menduga ini ada kaitannya dengan kolagen atau jaringan penunjang pada kulit dan faktor yang lain seperti ketebalan kulit maupun ketebalan jaringan matriks yg berfungsi menopang kulit berikut pembuluh darah di dalamnya.

Makin bagus penopangnya maka pembuluh darahnya tak mulai gampang terguncang dan pecah yg mampu berakibat pada munculnya luka lecet dan memar ketika kulit terbentur sesuatu.

"Pria jelas lebih diuntungkan dalam hal ini, karena lapisan fiber di kulitnya lebih tebal dari wanita, jadi secara keseluruhan kulitnya juga lebih tebal," kata Miller.
 
2. Menua
Semakin bertambah usia seseorang, seseorang mulai lebih rentan mengalami memar, karena struktur internal dari kulitnya tak lagi bisa menahan pembuluh darah sekuat ketika masih muda.

"Ketika terbentur sesuatu, maka kulit di bawahnya mulai bergerak kesana-kemari sehingga memicu apa yg disebut dengan 'stres mekanik' dan menyebabkan lebih banyak memar," terang Miller.
 
3. Sering terpapar matahari
Pecinta kegiatan outdoor atau mereka yg menghabiskan waktunya di luar rumah buat bekerja atau aktivitas lainnya rentan mengalami memar karena paparan sinar matahari juga berdampak terhadap kekuatan kulit.
 
Memar yg berkaitan dengan kerusakan kulit akibat matahari bisa dilihat pada lengan (pria dan wanita) serta kaki bagian bawah (wanita). Sedangkan pada lansia, memarnya mulai kerap muncul di bagian kulit yg tidak jarang terpapar sinar matahari.

Pada lansia, memarnya kelihatan berwarna ungu-kehitaman dan biasanya muncul di lengan maupun kaki mereka. Meski terbentuk dengan mudah, memar seperti ini susah hilang.
 
4. Minum obat
Ternyata ada macam obat tertentu yg mampu berdampak pada risiko memar seseorang, di antaranya kortikosteroid, antiplatelet seperti aspirin, dan antikoagulan seperti heparin dan warfarin.
 
"Ketika minum obat antiplatelet, Anda mungkin tak gampang memar, tetapi sekalinya terjadi, memar mulai kelihatan begitu buruk," jelas Miller.

Di samping obat, ada juga gangguan kesehatan yg mampu memicu memar berlebihan pada penderitanya, seperti leukemia atau kanker darah, hemofilia, penyakit Von Willebrand, dan sindrom Ehlers-Danlos.
 
Lantas kapan memar dikatakan berbahaya? Miller menambahkan, memar sebenarnya bukanlah hal yg perlu dikhawatirkan, kecuali bila seseorang terkena memar cuma karena benturan yg tak begitu sakit atau dapat dikatakan sepele.
 
"Kalau memarnya besar tetapi sebenarnya diakibatkan trauma yg kecil, baiknya segera dikonsultasikan ke dokter," sarannya.

Baca juga: Badan Baru Terasa S akit Dua Hari Setelah Fitness? Ini Klarifikasi Pakar(lll/vit)
Sumber: http://health.detik.com

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : test: Mudah Memar Usai Terjatuh Atau Terbentur? Mungkin Ini Sebabnya