Jumat, 12 Februari 2016

test: Pakar Sebut Dokter Harus Lebih Sering Cek Gejala Depresi Pada Remaja

Pakar Sebut Dokter Harus Lebih Sering Cek Gejala Depresi Pada Remaja


Jakarta, Depresi pada remaja bukan hal yg mampu dianggap remeh. Depresi mampu menyebabkan remaja melakukan tindak kejahatan, bahkan berisiko melakukan bunuh diri.

Untuk itu, pakar menyarankan agar para dokter di klinik keluarga lebih kadang mengecek gejala depresi pada remaja. Dr Gary Maslow, asisten profesor dari Duke University menyampaikan seringkali depresi pada remaja tersamarkan oleh perilaku aktif.

"Pada remaja, mereka dapat menyembunyikan depresi dengan baik. Namun seandainya ini didiamkan, maka gejalanya mulai semakin parah dan meningkatkan risiko lainyya," tutur Dr Maslow, dikutip dari CNN, Jumat (12/2/2016).

Baca juga: Wuih! Membatik Dapat Menurunkan De presi

Survei menyebut kurang lebih 8 persen remaja mengalami depresi tiap tahunnya. Angka ini tak jauh berbeda dengan persentasi depresi pada orang dewasa, yg berada di angka 9-11 persen per tahun.

Dr Alex Krist dari Virginia Commonwealth University menyebut metode skrining deprei pada remaja yak berbeda dengan orang dewasa. Skrining masih dikerjakan dengan metode tes, survei dan wawancara.

"Hanya saja belum ada penelitian yg menghasilkan data metode mana yg lebih baik digunakan buat remaja," tuturnya.

Sebelumnya, Dr David A Brent dari University of Pittsburgh Medical Center melakukan penelitian tentang terapi yg tepat untuk pasien depresi anak dan remaja. Ditemukan bahwa terapi perilaku (cognitive behavioral therapy) paling baik bagi remaja yg sedang depresi.

"Penelitian mengungkap bahwa anak yg mendapat terapi perilaku memiliki risiko 36 persen lebih kecil terserang depresi. Mereka mampu melakukan fungsi sosialnya dengan normal dan sekolah atau bekerja karena sedikitnya hari-hari depresi yg mereka rasakan.

"Intervensi ini ternyata lebih efektif diberikan pada anak. Terapi perilaku membuat mereka mampu mencegah saat gejala-gejala episode depresi muncul dan akibatnya, mereka dapat memiliki interaksi sosial yg lebih baik," tutur Dr Brent.

Baca juga: WHO: 39 Persen Kasus Bunuh Diri di Global Terjadi di Wilayah Asia Tenggara

(mrs/vit)
Sumber: http://health.detik.com

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : test: Pakar Sebut Dokter Harus Lebih Sering Cek Gejala Depresi Pada Remaja