Perhatikan, Ini Tandanya Remaja Sedang Mengalami Depresi
dr Andri, SpKJ, FAPM dari Klinik Psikosomatik RS Omni Alam Sutera, menyampaikan pada orang dewasa, gejala umum depresi adalah menarik diri dari kehidupan sosial dan menjadi pemurung. Pada remaja, gejalanya lebih ditunjukkan dengan perilaku agresif.
"Jadi irritable gitu, mudah marah, mudah tersinggung, gampang tersulit emosinya. Ujung-ujungnya nanti mampu melakukan tindak kekerasan, melawan orang tua, banting-banting barang, agresiflah," tutur dr Andri, kepada detikHealth, Jumat (12/2/2016).
Baca juga: Tak Hanya Orang Dewasa, Remaja Ju ga Dapat Mengalami Depresi
Gejala kedua adalah menurunnya prestasi di sekolah. Hal ini lebih gampang dilihat pada remaja yg memang memiliki prestasi, atau minimal tak pernah memiliki nilai jelek sebelumnya.
Gejala ketiga menurut dr Andri adalah gangguan psikosomatik. Gangguan psikosomatik adalah gangguan psikologis yg membuat tubuh menjadi sakit, meski tak ada gangguan secara fisik di tubuh.
"Misalnya, setiap mau sekolah terus sakit perut, sakit kepala. Ini dapat jadi psikosomatik. Jadi penyebab depresinya ada di sekolah, mungkin teman atau yg lainnya," paparnya lagi.
Menurut dr Andri, orang tua harus pandai melihat gejala-gejala ini di anak remaja mereka. Oleh karena itu, kedekatan emosional antara orang tua dan anak sangat penting.
Apalagi seandainya gejala-gejala tersebut telah mengganggu fungsi pribadi dan sosial. Orang tua harus cepat membawa berobat, baik itu ke dokter jiwa atau psikolog.
Baca: Pakar Sebut Dokter Harus Lebih Sering Cek Gejala Depresi pada Remaja(mrs/vit)
Sumber: http://health.detik.com
dr Andri, SpKJ, FAPM dari Klinik Psikosomatik RS Omni Alam Sutera, menyampaikan pada orang dewasa, gejala umum depresi adalah menarik diri dari kehidupan sosial dan menjadi pemurung. Pada remaja, gejalanya lebih ditunjukkan dengan perilaku agresif.
"Jadi irritable gitu, mudah marah, mudah tersinggung, gampang tersulit emosinya. Ujung-ujungnya nanti mampu melakukan tindak kekerasan, melawan orang tua, banting-banting barang, agresiflah," tutur dr Andri, kepada detikHealth, Jumat (12/2/2016).
Baca juga: Tak Hanya Orang Dewasa, Remaja Ju ga Dapat Mengalami Depresi
Gejala kedua adalah menurunnya prestasi di sekolah. Hal ini lebih gampang dilihat pada remaja yg memang memiliki prestasi, atau minimal tak pernah memiliki nilai jelek sebelumnya.
Gejala ketiga menurut dr Andri adalah gangguan psikosomatik. Gangguan psikosomatik adalah gangguan psikologis yg membuat tubuh menjadi sakit, meski tak ada gangguan secara fisik di tubuh.
"Misalnya, setiap mau sekolah terus sakit perut, sakit kepala. Ini dapat jadi psikosomatik. Jadi penyebab depresinya ada di sekolah, mungkin teman atau yg lainnya," paparnya lagi.
Menurut dr Andri, orang tua harus pandai melihat gejala-gejala ini di anak remaja mereka. Oleh karena itu, kedekatan emosional antara orang tua dan anak sangat penting.
Apalagi seandainya gejala-gejala tersebut telah mengganggu fungsi pribadi dan sosial. Orang tua harus cepat membawa berobat, baik itu ke dokter jiwa atau psikolog.
Baca: Pakar Sebut Dokter Harus Lebih Sering Cek Gejala Depresi pada Remaja(mrs/vit)
Sumber: http://health.detik.com