Pertama Di Dunia, Tulang Belakang Buatan Sukses Dipasangkan Ke Pasien
Tak cuma mengangkat kanker berikut tulang belakangnya, Dr Mobbs juga mengganti tulang belakang pasien dengan tulang belakang buatan dari cetakan tiga dimensi (3D). Di penjuru dunia, ternyata baru kali ini prosedur semacam itu dilakukan.
Pasien Dr Mobbs bernama Drage Josevski. Ia didiagnosis dengan sebuah kanker ganas sekaligus langka yg disebut chordoma ketika tengah berlibur bersama keluarganya di Macedonia.
Persoalannya, kanker ini biasanya ditemukan di sepanjang tulang belakang. Bahkan pada perkara Josevski, tumornya terletak di tulang belakang teratas, sehingga prognosis atau peluang hidupnya kecil.
"Bila tak tertangani, lama-kelamaan ia mulai kehilangan fungsi kedua tangannya, perlahan tidak dapat bernapas, makan, apalagi yg lain. Dan ia mulai menghembuskan napas terakhirnya secara mengenaskan," urai Dr Mobbs.
Setelah akhirnya disepakati, Dr Mobbs langsung memesan organ buatan dari cetakan tiga dimensi (3D) buat menggantikan tulang belakang Josevski yg nantinya mulai diangkat. Dr Mobbs juga memastikan detail dari tulang belakang buatan tersebut.
"Akan ada gap besar bila tumornya berhasil diangkat, tapi untungnya prostesisnya segera menempel saat dipasang 'seperti sarung tangan' sehingga memberikan stabilitas dan kepala pasien tak mulai 'jatuh'," ungkapnya kepada ABC Australia dan dikutip Rabu (24/2/2016).
Operasi kemudian digelar pada bulan Desember lalu, dan berlangsung selama 15 jam. Sederhananya, Dr Mobbs menjelaskan bahwa ketika harus mengangkat kanker tersebut, timnya harus memisahkan antara leher dan kepala pasien. Lalu tumornya diambil, setelah itu kepala pasien disatukan dengan lehernya kembali.
Namun karena kerumitan operasinya, Josevski sempat diprediksi takkan mampu bertahan. Kenyataannya, tumor berhasil diangkat dan organ buatannya menempel dengan sempurna di tulang belakang pria berumur tahun tersebut.
Baca juga: Tak Selalu Kanker, Benjolan Pada Leher Anak Dapat Juga Karena Hal Ini
Kendati demikian, Josevski ternyata masih harus menghadapi komplikasi yg juga tak diduga oleh tim dokter. Selepas operasi, ia belum mampu makan dan bicara, walaupun dokter memperkirakan hal itu mulai hilang dengan sendirinya dalam kurun enam bulan ke depan.
"Komplikasinya muncul karena kita harus membuka mulutnya selama berjam-jam ketika operasi," kata Dr Mobbs.
Keluarga Josevski pun optimis pria itu mulai pulih dengan sendirinya, apalagi putrinya, Tanya. "Ia begitu gembira karena sebentar lagi aku mulai menikah. Dan karena ia ingin melihat cucu-cucunya tumbuh, ia pun berkenan melaksanakan operasi itu," tutupnya.
Baca juga: Rasa Sakit dan Aneh Pada Leher? Waspadai Kanker Tiroid
(lll/up)
Sumber: http://health.detik.com
Tak cuma mengangkat kanker berikut tulang belakangnya, Dr Mobbs juga mengganti tulang belakang pasien dengan tulang belakang buatan dari cetakan tiga dimensi (3D). Di penjuru dunia, ternyata baru kali ini prosedur semacam itu dilakukan.
Pasien Dr Mobbs bernama Drage Josevski. Ia didiagnosis dengan sebuah kanker ganas sekaligus langka yg disebut chordoma ketika tengah berlibur bersama keluarganya di Macedonia.
![]() Draga Josevski (Foto: ABC News) |
Persoalannya, kanker ini biasanya ditemukan di sepanjang tulang belakang. Bahkan pada perkara Josevski, tumornya terletak di tulang belakang teratas, sehingga prognosis atau peluang hidupnya kecil.
"Bila tak tertangani, lama-kelamaan ia mulai kehilangan fungsi kedua tangannya, perlahan tidak dapat bernapas, makan, apalagi yg lain. Dan ia mulai menghembuskan napas terakhirnya secara mengenaskan," urai Dr Mobbs.
Setelah akhirnya disepakati, Dr Mobbs langsung memesan organ buatan dari cetakan tiga dimensi (3D) buat menggantikan tulang belakang Josevski yg nantinya mulai diangkat. Dr Mobbs juga memastikan detail dari tulang belakang buatan tersebut.
![]() foto: ABC News |
"Akan ada gap besar bila tumornya berhasil diangkat, tapi untungnya prostesisnya segera menempel saat dipasang 'seperti sarung tangan' sehingga memberikan stabilitas dan kepala pasien tak mulai 'jatuh'," ungkapnya kepada ABC Australia dan dikutip Rabu (24/2/2016).
Operasi kemudian digelar pada bulan Desember lalu, dan berlangsung selama 15 jam. Sederhananya, Dr Mobbs menjelaskan bahwa ketika harus mengangkat kanker tersebut, timnya harus memisahkan antara leher dan kepala pasien. Lalu tumornya diambil, setelah itu kepala pasien disatukan dengan lehernya kembali.
Namun karena kerumitan operasinya, Josevski sempat diprediksi takkan mampu bertahan. Kenyataannya, tumor berhasil diangkat dan organ buatannya menempel dengan sempurna di tulang belakang pria berumur tahun tersebut.
Baca juga: Tak Selalu Kanker, Benjolan Pada Leher Anak Dapat Juga Karena Hal Ini
Kendati demikian, Josevski ternyata masih harus menghadapi komplikasi yg juga tak diduga oleh tim dokter. Selepas operasi, ia belum mampu makan dan bicara, walaupun dokter memperkirakan hal itu mulai hilang dengan sendirinya dalam kurun enam bulan ke depan.
"Komplikasinya muncul karena kita harus membuka mulutnya selama berjam-jam ketika operasi," kata Dr Mobbs.
Keluarga Josevski pun optimis pria itu mulai pulih dengan sendirinya, apalagi putrinya, Tanya. "Ia begitu gembira karena sebentar lagi aku mulai menikah. Dan karena ia ingin melihat cucu-cucunya tumbuh, ia pun berkenan melaksanakan operasi itu," tutupnya.
Baca juga: Rasa Sakit dan Aneh Pada Leher? Waspadai Kanker Tiroid
![]() Foto: ABC News |
(lll/up)
Sumber: http://health.detik.com


