Sering Bersama Di Tempat Tidur, Ibu Lebih Rajin Menyusui Bayinya
Akan tapi studi terbaru mengungkap, ibu baru yg memilih berbagi tempat tidur dengan bayinya cenderung menyusui lebih lama bila dibandingkan ibu yg bayinya tidak jarang ditidurkan di box.
Seperti kalian tahu, ASI (Air Susu Ibu) adalah makanan terbaik untuk bayi, dan tiap bayi sebaiknya disusui di enam bulan pertama kehidupannya. Hanya saja tak segala ibu memiliki kesadaran bagi melakukan Norma ini, terutama di masyarakat Barat.
Untuk itu temuan Durham University ini diharapkan dapat mendorong para ibu baru bagi membiasakan menyusui bayinya. Si bayi pun tidak perlu tidur sesuatu kasur dengan ibunya sepanjang waktu. Sebab menurut peneliti, ibu cuma perlu berbagi tempat tidur dengan bayinya selama sesuatu jam tiap minggunya atau 5-10 menit setiap hari agar mampu selalu menyusui sang bayi sampai enam bulan.
Baca juga: Negara dengan Taraf Ibu Menyusui 'Terburuk' Sedunia
Sebaliknya, peneliti juga membuktikan, ibu-ibu baru dengan motivasi yg kuat menyusui anaknya cenderung lebih banyak menghabiskan waktu bersama sang bayi dalam sesuatu tempat tidur ketimbang ibu yg tak berinisiatif melakukan kegiatan ini.
"Mereka yg suka berbagi tidur berpeluang beberapa kali lebih besar bagi melestarikan Norma menyusui ini pada bayi mereka. Namun kalian ingatkan agar para ibu ini juga mendapatkan keterangan tentang cara berbagi tempat tidur yg aman dengan bayinya," pesan Prof Helen Ball dari Parent-Infant Sleep Lab, Department of Anthropology.
Ball dan timnya sudah membuktikan hal ini melalui pengamatan t erhadap 678 wanita yg baru direkrut di tengah-tengah masa kehamilan hingga 26 pekan selepas persalinan. Masing-masing dari mereka juga ditanyai pendapatnya tentang Norma berbagi tempat tidur dan kaitannya dengan motivasi mereka bagi menyusui sang bayi.
Hasilnya, 299 responden (44 persen) mengaku jarang atau tidak pernah berbagi tempat tidur sama sekali dengan bayinya; 192 responden (28 persen) mengaku kadang-kadang; dan 187 responden (28 persen) menyampaikan kadang melakukannya.
Ternyata wanita yg mengaku kadang berbagi tempat tidur mempunyai motivasi yg paling tinggi buat menyusui bayinya, merupakan mencapai 70 persen. Sedangkan pada wanita yg mengaku 'kadang-kadang' dan 'jarang' cuma memiliki motivasi sebesar 57 dan 56 persen saja. Demikian seperti dikutip dari Daily Mail, Selasa (9/2/2016).
Yang paling menyenangkan adalah saat mendapati kenyataan bahwa mereka yg berbagi tempat tidur dengan bayinya juga mampu mempertahankan Norma menyusui itu hingga e nam bulan, atau bahkan lebih sehingga menghasilkan bayi yg lebih sehat dan memiliki tumbuh kembang yg lebih baik.
Berbagai penelitian menyebut, bayi yg mendapat asupan ASI berisiko lebih kecil mengalami gangguan seperti diare, muntah, infeksi di telinga, obesitas, diabetes tipe 2 maupun penyakit yg berkaitan dengan gaya hidup di kemudian hari, apalagi seandainya menyusuinya lebih dari enam bulan.
Baca juga: Saran dari Dokter Anak buat Tangkal Kematian Bayi Mendadak (lll/vit)
Sumber: http://health.detik.com
Akan tapi studi terbaru mengungkap, ibu baru yg memilih berbagi tempat tidur dengan bayinya cenderung menyusui lebih lama bila dibandingkan ibu yg bayinya tidak jarang ditidurkan di box.
Seperti kalian tahu, ASI (Air Susu Ibu) adalah makanan terbaik untuk bayi, dan tiap bayi sebaiknya disusui di enam bulan pertama kehidupannya. Hanya saja tak segala ibu memiliki kesadaran bagi melakukan Norma ini, terutama di masyarakat Barat.
Untuk itu temuan Durham University ini diharapkan dapat mendorong para ibu baru bagi membiasakan menyusui bayinya. Si bayi pun tidak perlu tidur sesuatu kasur dengan ibunya sepanjang waktu. Sebab menurut peneliti, ibu cuma perlu berbagi tempat tidur dengan bayinya selama sesuatu jam tiap minggunya atau 5-10 menit setiap hari agar mampu selalu menyusui sang bayi sampai enam bulan.
Baca juga: Negara dengan Taraf Ibu Menyusui 'Terburuk' Sedunia
Sebaliknya, peneliti juga membuktikan, ibu-ibu baru dengan motivasi yg kuat menyusui anaknya cenderung lebih banyak menghabiskan waktu bersama sang bayi dalam sesuatu tempat tidur ketimbang ibu yg tak berinisiatif melakukan kegiatan ini.
"Mereka yg suka berbagi tidur berpeluang beberapa kali lebih besar bagi melestarikan Norma menyusui ini pada bayi mereka. Namun kalian ingatkan agar para ibu ini juga mendapatkan keterangan tentang cara berbagi tempat tidur yg aman dengan bayinya," pesan Prof Helen Ball dari Parent-Infant Sleep Lab, Department of Anthropology.
Ball dan timnya sudah membuktikan hal ini melalui pengamatan t erhadap 678 wanita yg baru direkrut di tengah-tengah masa kehamilan hingga 26 pekan selepas persalinan. Masing-masing dari mereka juga ditanyai pendapatnya tentang Norma berbagi tempat tidur dan kaitannya dengan motivasi mereka bagi menyusui sang bayi.
Hasilnya, 299 responden (44 persen) mengaku jarang atau tidak pernah berbagi tempat tidur sama sekali dengan bayinya; 192 responden (28 persen) mengaku kadang-kadang; dan 187 responden (28 persen) menyampaikan kadang melakukannya.
Ternyata wanita yg mengaku kadang berbagi tempat tidur mempunyai motivasi yg paling tinggi buat menyusui bayinya, merupakan mencapai 70 persen. Sedangkan pada wanita yg mengaku 'kadang-kadang' dan 'jarang' cuma memiliki motivasi sebesar 57 dan 56 persen saja. Demikian seperti dikutip dari Daily Mail, Selasa (9/2/2016).
Yang paling menyenangkan adalah saat mendapati kenyataan bahwa mereka yg berbagi tempat tidur dengan bayinya juga mampu mempertahankan Norma menyusui itu hingga e nam bulan, atau bahkan lebih sehingga menghasilkan bayi yg lebih sehat dan memiliki tumbuh kembang yg lebih baik.
Berbagai penelitian menyebut, bayi yg mendapat asupan ASI berisiko lebih kecil mengalami gangguan seperti diare, muntah, infeksi di telinga, obesitas, diabetes tipe 2 maupun penyakit yg berkaitan dengan gaya hidup di kemudian hari, apalagi seandainya menyusuinya lebih dari enam bulan.
Baca juga: Saran dari Dokter Anak buat Tangkal Kematian Bayi Mendadak (lll/vit)
Sumber: http://health.detik.com