Sering Jatuh Terduduk Saat Belajar Berjalan, Anak Jadi Mudah Ngompol?
Disampaikan oleh ahli bedah saraf dari Dunia Hospital, dr Roslan Yusni Al Imam Hasan, SpBS, bahwa hal tersebut sama sekali tak benar. Ini karena meningomyelocele menurutnya didapat sejak janin usia 8 minggu, bukan mendadak.
Kalaupun memang anak jatuh terduduk cukup keras sampai-sampai fungsi saraf otonomnya terganggu, maka mungkin saja terdapat gangguan dalam buang air kecil atau buang air besar.
Baca juga:Terjatuh dalam Posisi Duduk Dapat Sebabkan Kebutaan? Ini Kata Dokter
"Tidak ada hubungannya antara meningomyelocele dengan jatuh terduduk atau cedera lain. Tapi kalau anak-anak yg jatuh terduduk sehingga fungsi-fungsi saraf otonomnya terganggu ya mampu saja ada gangguan dalam buang air kecil atau buang air besar, tetapi jarang seperti ini," tutur dokter yg akrab disapa dr Ryu tersebut kepada detikHealth, Senin (1/2/2016).
Pendapat serupa juga disampaikan oleh dokter spesialis saraf divisi neurotrauma RS Cipto Mangunkusumo Jakarta, dr Pukovisa Prawirohardjo, SpS. Menurutnya keterangan tersebut tak benar. Umumnya anak yg jatuh terduduk ketika belajar berjalan, benturannya tak berat.
"Myelomeningocele bukanlah saraf terjepit. Mengompol pada anak memang karena anak masih belajar mengendalikan sistem otonomnya melalui kontrol dari otak (kebiasaan), umumnya tak terkait dengan jatuh kecuali jatuh yg mengakibatkan cedera medulla spinalis," imbuhnya.
Â
Baca juga: < strong>Risiko Jatuh Terduduk: Kelumpuhan Hingga Nyeri Saat Berhubungan Intim
(ajg/vit)
Sumber: http://health.detik.com
Disampaikan oleh ahli bedah saraf dari Dunia Hospital, dr Roslan Yusni Al Imam Hasan, SpBS, bahwa hal tersebut sama sekali tak benar. Ini karena meningomyelocele menurutnya didapat sejak janin usia 8 minggu, bukan mendadak.
Kalaupun memang anak jatuh terduduk cukup keras sampai-sampai fungsi saraf otonomnya terganggu, maka mungkin saja terdapat gangguan dalam buang air kecil atau buang air besar.
Baca juga:Terjatuh dalam Posisi Duduk Dapat Sebabkan Kebutaan? Ini Kata Dokter
"Tidak ada hubungannya antara meningomyelocele dengan jatuh terduduk atau cedera lain. Tapi kalau anak-anak yg jatuh terduduk sehingga fungsi-fungsi saraf otonomnya terganggu ya mampu saja ada gangguan dalam buang air kecil atau buang air besar, tetapi jarang seperti ini," tutur dokter yg akrab disapa dr Ryu tersebut kepada detikHealth, Senin (1/2/2016).
Pendapat serupa juga disampaikan oleh dokter spesialis saraf divisi neurotrauma RS Cipto Mangunkusumo Jakarta, dr Pukovisa Prawirohardjo, SpS. Menurutnya keterangan tersebut tak benar. Umumnya anak yg jatuh terduduk ketika belajar berjalan, benturannya tak berat.
"Myelomeningocele bukanlah saraf terjepit. Mengompol pada anak memang karena anak masih belajar mengendalikan sistem otonomnya melalui kontrol dari otak (kebiasaan), umumnya tak terkait dengan jatuh kecuali jatuh yg mengakibatkan cedera medulla spinalis," imbuhnya.
Â
Baca juga: < strong>Risiko Jatuh Terduduk: Kelumpuhan Hingga Nyeri Saat Berhubungan Intim
(ajg/vit)
Sumber: http://health.detik.com