Sesuai 'Tipe' Anak, Ini Triknya Agar Mereka Doyan Sayur Dan Buah
Priscilla Dunstan, peneliti perilaku sekaligus pencipta 'Dunstan Baby Language' mengungkapkan orang tua mampu menyajikan makanan dengan tampilan menarik agar anak dengan tipe visual tertarik buat mencomot kudapan tersebut. Tak perlu dibentuk seunik mungkin, susunan buah atau sayur yg rapi telah cukup menarik perhatian anak tipe visual.
Menurut Dunstan, pada anak tipe visual, tidak jarang alat makan dapat menjadi persoalan perdebatan besar antara ia dan orang tuanya. Untuk itu, sebaiknya orang tua memberi kebebasan anak dalam melayani dirinya sendiri saat makan, salah satunya menentukan alat makan yg mulai digunakan.
"Sedangkan suara apel yg renyah atau petikan batang daun bayam segar mampu menarik buat telinga anak dengan tipe auditori. Bahkan, anak seperti ini dapat menentukan kesegaran buah atau sayur cuma dari suara patahan sayur atau potongan buah saja. Ketika mereka tahu buah atau sayur tak segar, mampu jadi mereka menolak memakannya," terang Dunstan.
Dikutip dari Essential Baby, Dunstan menambahkan bahwa momen makan bersama mampu menjadi hal yg menyenangkan buat anak auditori. Sebab, makan bersama juga mampu menjadi momen buat mereka berbagi cerita dengan anggota keluarga yg lain. Kemudian, pada anak dengan tipe auditori, orang tua juga dapat mengaitkan waktu tertentu dengan macam makanan tertentu.
Baca juga: Anak Tak Suka Makan Sayur? Yuk Contek Cara Sophie Novita Mengatasinya
Misalnya saja waktu pulang sekolah sebagai waktu makan buah atau waktu makan sayur setelah makan malam. Lantas, bagaimana trik yg mampu dikerjakan buat anak dengan tipe kinestetik?
"Anak kinestetik suka makan dengan cepat dan seandainya mampu ia mulai sesegera mungkin menyelesaikan proses makannya. Apapun yg mampu dimakan sambil ia bergerak mulai terasa lebih baik dan potongan makanan yg lebih kecil lebih disukai ketimbang mereka memakan makanan dalam potongan besar tetapi harus duduk manis," tutur Dunstan.
Pada anak kinestetik, Bunda dapat menyediakan makanan sehat dalam bentuk finger food. Misalnya, setelah pulang sekolah sediakan potongan wortel dan buah agar anak anteng berada di dalam mobil. Nah, saat di rumah, Bunda mampu melibatkan si kecil dalam proses pembuatan makanan.
"Sebab, anak kinestetik mulai melihat kegiatan makan sebagai satu yg mereka lakukan, saat tak ada lagi kegiatan yg mereka lakukan. Sehingga, ikut menyiapkan bah an masakan bahkan mengolah masakan mampu jadi ketika yg menyenangkan buat anak dengan tipe kinstetik," pungkas Dunstan.
Baca juga: Cara Ngemil yg Sehat bagi Anak
(rdn/up)
Sumber: http://health.detik.com
Priscilla Dunstan, peneliti perilaku sekaligus pencipta 'Dunstan Baby Language' mengungkapkan orang tua mampu menyajikan makanan dengan tampilan menarik agar anak dengan tipe visual tertarik buat mencomot kudapan tersebut. Tak perlu dibentuk seunik mungkin, susunan buah atau sayur yg rapi telah cukup menarik perhatian anak tipe visual.
Menurut Dunstan, pada anak tipe visual, tidak jarang alat makan dapat menjadi persoalan perdebatan besar antara ia dan orang tuanya. Untuk itu, sebaiknya orang tua memberi kebebasan anak dalam melayani dirinya sendiri saat makan, salah satunya menentukan alat makan yg mulai digunakan.
"Sedangkan suara apel yg renyah atau petikan batang daun bayam segar mampu menarik buat telinga anak dengan tipe auditori. Bahkan, anak seperti ini dapat menentukan kesegaran buah atau sayur cuma dari suara patahan sayur atau potongan buah saja. Ketika mereka tahu buah atau sayur tak segar, mampu jadi mereka menolak memakannya," terang Dunstan.
Dikutip dari Essential Baby, Dunstan menambahkan bahwa momen makan bersama mampu menjadi hal yg menyenangkan buat anak auditori. Sebab, makan bersama juga mampu menjadi momen buat mereka berbagi cerita dengan anggota keluarga yg lain. Kemudian, pada anak dengan tipe auditori, orang tua juga dapat mengaitkan waktu tertentu dengan macam makanan tertentu.
Baca juga: Anak Tak Suka Makan Sayur? Yuk Contek Cara Sophie Novita Mengatasinya
Misalnya saja waktu pulang sekolah sebagai waktu makan buah atau waktu makan sayur setelah makan malam. Lantas, bagaimana trik yg mampu dikerjakan buat anak dengan tipe kinestetik?
"Anak kinestetik suka makan dengan cepat dan seandainya mampu ia mulai sesegera mungkin menyelesaikan proses makannya. Apapun yg mampu dimakan sambil ia bergerak mulai terasa lebih baik dan potongan makanan yg lebih kecil lebih disukai ketimbang mereka memakan makanan dalam potongan besar tetapi harus duduk manis," tutur Dunstan.
Pada anak kinestetik, Bunda dapat menyediakan makanan sehat dalam bentuk finger food. Misalnya, setelah pulang sekolah sediakan potongan wortel dan buah agar anak anteng berada di dalam mobil. Nah, saat di rumah, Bunda mampu melibatkan si kecil dalam proses pembuatan makanan.
"Sebab, anak kinestetik mulai melihat kegiatan makan sebagai satu yg mereka lakukan, saat tak ada lagi kegiatan yg mereka lakukan. Sehingga, ikut menyiapkan bah an masakan bahkan mengolah masakan mampu jadi ketika yg menyenangkan buat anak dengan tipe kinstetik," pungkas Dunstan.
Baca juga: Cara Ngemil yg Sehat bagi Anak
(rdn/up)
Sumber: http://health.detik.com