Strategi Untuk Kabupaten Terpencil Di Papua Agar Hidup Lebih Sehat
dr Jane pada akhirnya tidak menemukan bukti tentang rumor tersebut namun diakui olehnya bahwa kesadaran kesehatan masyarakat di dua tempat masih minim.
Sebagai contoh bagi mengakses air bersih saja masyarakat di kecamatan Mbuwa harus turun bukit yg cukup jauh ke sungai. Selain itu konsumsi diet juga tidak seimbang dengan kandungan proteinnya yg kurang.
Baca juga: Pneumonia yg Membunuh 35 Balita di Nduga Papua Dipicu oleh Pertusis
Hal-hal tersebut menurut dr Jane padahal mampu diatasi apabila ada insiatif bagi membuat sumur sebagai sumber air dan kolam ikan buat proteinnya. Pengetahuan lingkungan seperti itu belum dimiliki oleh seluruh warga dan seharusnya dapat ditangani oleh puskesmas dengan fungsi promosi kesehatannya.
"Kabupaten Nduga itu di dalamnya ada 32 kecamatan dan dari 32 kecamatan itu cuma 8 yg ada puskesmasnya. Dari 8 ini pun hanya sesuatu puskesmas yg fungsinya jalan," kata dr Jane saat dihubungi detikHealth pada Senin (1/2/2016).
Infrastruktur yg belum memadai terutama akses jalan disebut dr Jane menjadi kendala yg membuat tenaga kesehatan yg ada tidak dapat bekerja optimal. Hal tersebut diharapkan berubah setelah proses pembangunan jalan Trans Papua selesai.
"Ini direncanakan Maret 2016 nanti mulai ada tim Nusantara Sehat ditempatkan di sana," kata dr Jane.
"Kita berharap nanti begitu jalanan Agustus diresmikan maka setiap puskesmas mulai ada mobil buat pasien di bawa ke rumah sakit. Petugas dibekali sepeda motor jadi mampu bikin jalan kecil, ke kampung-kampung mampu terjangkau," pungkasnya.
Baca juga: November: Cerita Pilu Tenaga-tenaga Medis yg Meninggal di Daerah Terpencil(fds/vit)
Sumber: http://health.detik.com
dr Jane pada akhirnya tidak menemukan bukti tentang rumor tersebut namun diakui olehnya bahwa kesadaran kesehatan masyarakat di dua tempat masih minim.
Sebagai contoh bagi mengakses air bersih saja masyarakat di kecamatan Mbuwa harus turun bukit yg cukup jauh ke sungai. Selain itu konsumsi diet juga tidak seimbang dengan kandungan proteinnya yg kurang.
Baca juga: Pneumonia yg Membunuh 35 Balita di Nduga Papua Dipicu oleh Pertusis
Hal-hal tersebut menurut dr Jane padahal mampu diatasi apabila ada insiatif bagi membuat sumur sebagai sumber air dan kolam ikan buat proteinnya. Pengetahuan lingkungan seperti itu belum dimiliki oleh seluruh warga dan seharusnya dapat ditangani oleh puskesmas dengan fungsi promosi kesehatannya.
"Kabupaten Nduga itu di dalamnya ada 32 kecamatan dan dari 32 kecamatan itu cuma 8 yg ada puskesmasnya. Dari 8 ini pun hanya sesuatu puskesmas yg fungsinya jalan," kata dr Jane saat dihubungi detikHealth pada Senin (1/2/2016).
Infrastruktur yg belum memadai terutama akses jalan disebut dr Jane menjadi kendala yg membuat tenaga kesehatan yg ada tidak dapat bekerja optimal. Hal tersebut diharapkan berubah setelah proses pembangunan jalan Trans Papua selesai.
"Ini direncanakan Maret 2016 nanti mulai ada tim Nusantara Sehat ditempatkan di sana," kata dr Jane.
"Kita berharap nanti begitu jalanan Agustus diresmikan maka setiap puskesmas mulai ada mobil buat pasien di bawa ke rumah sakit. Petugas dibekali sepeda motor jadi mampu bikin jalan kecil, ke kampung-kampung mampu terjangkau," pungkasnya.
Baca juga: November: Cerita Pilu Tenaga-tenaga Medis yg Meninggal di Daerah Terpencil
Sumber: http://health.detik.com