Studi: Kilatan Cahaya Bisa Dipakai Untuk Lawan Jet Lag
Memang tidak seluruh pasti mulai terkena jet lag, namun untuk yg mengalaminya pengalaman tersebut dapat sangat tidak menyenangkan. Ia dapat merasa lelah, gampang kesal, dan kebingungan karena tubuh harus menyesuaikan jam internalnya dengan pola waktu yg baru.
Obatnya ada yg menggunakan pil hormon melatonin dan ada juga yg melakukan terapi foto. Namun selain beberapa itu ada lagi cara yang lain seperti yg sudah dikerjakan oleh para peneliti dari St anford University School of Medicine.
dr Jamie Zeitzer dan koleganya yakin terapi jet lag yg terbaik adalah dengan tidur dengan disinari senter yg berkilat. Hal ini ia buktikan setelah melakukan eksperimen pada beberapa kelompok partisipan selama beberapa minggu. Satu kelompok diminta tidur dengan lampu senter menyala biasa sementara kelompok lainnya tidur dengan lampu senter berkilat 0,2 milidetik setiap 10 detik selama sesuatu jam.
Baca juga: Tidur di Jam yg Sama Setiap Hari Bantu Optimalkan Sistem Imun
Hasilnya kelompok yg menerima terapi lampu kilat melaporkan rata-rata mereka mampu tahan tak tidur beberapa jam lebih lama di sore hari dibandingkan hari kemarin. Ad interim itu kelompok yg menerima sorotan lampu biasa rata-rata melaporkan tahan tak tidur lebih lama cuma setengah jam di sore hari dibandingkan dari hari kemarin. Artinya kelompok yg menerima terapi kilatan lampu lebih cepat menyesuaikan diri de ngan pola siang malam di zona waktu barunya.
dr Zeitzer menyebut terapi ini dengan sebutan biological hacking. Hal tersebut karena cara yg dikerjakan dr Zeitzer membuat sel-sel di belakang mata mengirimkan sinyal kepada otak bagi mengatur jam tubuh. Cahaya senter menipu otak membuatnya mengira waktu siang berjalan lebih lama dari biasanya, sehingga mulai berdampak pada jam biologis.
"Cara ini mampu menjadi cara baru bagi menyesuaikan diri lebih cepat terhadap perubahan zona waktu dibandingkan metode yang lain yg kalian gunakan ketika ini," pungkas dr Zeitzer seperti dikutip dari BBC, Rabu (10/2/2016).
Baca juga: Tiba-tiba Batuk Saat sedang Bepergian? Dapat Jadi karena Imunitas Menurun(fds/vit)
Sumber: http://health.detik.com
Memang tidak seluruh pasti mulai terkena jet lag, namun untuk yg mengalaminya pengalaman tersebut dapat sangat tidak menyenangkan. Ia dapat merasa lelah, gampang kesal, dan kebingungan karena tubuh harus menyesuaikan jam internalnya dengan pola waktu yg baru.
Obatnya ada yg menggunakan pil hormon melatonin dan ada juga yg melakukan terapi foto. Namun selain beberapa itu ada lagi cara yang lain seperti yg sudah dikerjakan oleh para peneliti dari St anford University School of Medicine.
dr Jamie Zeitzer dan koleganya yakin terapi jet lag yg terbaik adalah dengan tidur dengan disinari senter yg berkilat. Hal ini ia buktikan setelah melakukan eksperimen pada beberapa kelompok partisipan selama beberapa minggu. Satu kelompok diminta tidur dengan lampu senter menyala biasa sementara kelompok lainnya tidur dengan lampu senter berkilat 0,2 milidetik setiap 10 detik selama sesuatu jam.
Baca juga: Tidur di Jam yg Sama Setiap Hari Bantu Optimalkan Sistem Imun
Hasilnya kelompok yg menerima terapi lampu kilat melaporkan rata-rata mereka mampu tahan tak tidur beberapa jam lebih lama di sore hari dibandingkan hari kemarin. Ad interim itu kelompok yg menerima sorotan lampu biasa rata-rata melaporkan tahan tak tidur lebih lama cuma setengah jam di sore hari dibandingkan dari hari kemarin. Artinya kelompok yg menerima terapi kilatan lampu lebih cepat menyesuaikan diri de ngan pola siang malam di zona waktu barunya.
dr Zeitzer menyebut terapi ini dengan sebutan biological hacking. Hal tersebut karena cara yg dikerjakan dr Zeitzer membuat sel-sel di belakang mata mengirimkan sinyal kepada otak bagi mengatur jam tubuh. Cahaya senter menipu otak membuatnya mengira waktu siang berjalan lebih lama dari biasanya, sehingga mulai berdampak pada jam biologis.
"Cara ini mampu menjadi cara baru bagi menyesuaikan diri lebih cepat terhadap perubahan zona waktu dibandingkan metode yang lain yg kalian gunakan ketika ini," pungkas dr Zeitzer seperti dikutip dari BBC, Rabu (10/2/2016).
Baca juga: Tiba-tiba Batuk Saat sedang Bepergian? Dapat Jadi karena Imunitas Menurun(fds/vit)
Sumber: http://health.detik.com