Rabu, 24 Februari 2016

test: Studi: Lebih Dari 70 Persen Anak Indonesia Yang Kurang Sarapan Alami Stunting

Studi: Lebih Dari 70 Persen Anak Indonesia Yang Kurang Sarapan Alami Stunting


Jakarta, Meski tidak dikonfirmasi betul hubungan antara Norma sarapan dengan kejadian stunting, namun peneliti gizi menemukan adanya fenomena tersebut pada anak Indonesia.

outheast Asian Nutrition Survey (SEANUTS) tahun 2011 mengungkap bahwa 90% lebih anak indonesia memiliki kualitas dan kuantitas sarapan yg buruk. Nah pada anak yg kuantitas sarapannya kurang, sekitar 75% di antaranya mengalami stunting atau tumbuh pendek karena terhambat.

Peneliti dari Persatuan Pakar Gizi Indonesia (PERSAGI) Dr Ir Heryudarini Harahap, MKes, yg akrab disapa Rini menyampaikan definisi sarapan yg kurang merupakan yg kalorinya di bawah 25% dari angka kecukupan gizi. Menurut Rini kekurangan tersebut terjadi karena variasi makanan tidak memadai.

Baca juga: Jangan Abaikan Gizi Anak, Risikonya Stunting
 
Menurut Rini dari survei SEANUTS diketahui menu yg paling banyak dikonsumsi oleh anak saat sarapan adalah nasi dan telur. Dua makanan tersebut adalah sumber karbohidrat dan protein yg baik tapi minim vitamin, mineral, dan serat yg mampu ditemukan pada buah serta sayur.

Untuk mencegah stunting pada anak maka segala kebutuhan gizi harus terpenuhi. Selain karbohidrat dan protein, asupan serat dari buah dan sayuran tak kalah pentingnya.

Baca juga: Banyak Serat dan Tinggi Protein, Begini Komposisi Sarapan yg Baik(fds/up)
Sumber: http://health.detik.com

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : test: Studi: Lebih Dari 70 Persen Anak Indonesia Yang Kurang Sarapan Alami Stunting