Studi: Orang Yang Terlahir Cerdas Cenderung Lebih Sehat
Adalah peneliti dari University of Edinburgh yg melakukan penelitian bagi mencari keterkaitan kecerdasan sejak lahir dengan kesehatan yg bersangkutan. Menurut peneliti, jawaban dari keterkaitan beberapa hal tersebut adalah gen. Bahwa gen yg membuat seseorang cerdas juga dapat melindungi mereka dari penyakit.
Orang yg memiliki kemampuan mengingat yg baik serta penalaran verbal yg baik cenderung lebih sedikit peluangnya memiliki gen yg terkait dengan tekanan darah tinggi, juga penyakit seperti Alzheimer dan diabetes. Ini ditemukan pada mereka yg memiliki otak lebih besar.
Kesimpulan ini diambil setelah peneliti menganalisis data dari lebih dari 100.000 orang yg berusia 40-73 tahun. Dalam penelitian, peneliti membandingkan data uji mental setiap orang dengan genomnya. Salah satunya ditemukan bahwa orang-orang dengan banyak gen terkait penyakit jantung cenderung memiliki tingkat penalaran yg rendah.
Baca juga: Simpel, Tapi Cara Ini Bikin Ortu Tetap Dekat dengan Anak Meski Sibuk Kerja
Meskipun memang peneliti mengakui menemukan dua hal yg tumpang tindih dalam penelitian ini. Demikian dikutip dari Telegraph, Minggu (14/2/2016).
Sebelumnya peneliti berpendapat faktor-faktor sosial-ekonomilah yg berperan dalam hubungan antara pendidikan rendah dan kesehatan yg buruk. Namun studi baru ini memperlihatkan bahwa genetika juga berperan. Sehingga orang cerdas yg memiliki latar belakang miskin mampu saja lebih sehat ketimbang oran g kaya yg kurang cerdas.
"Studi ini mendukung teori yg menyampaikan bahwa orang-orang dengan kesehatan yg lebih baik secara keseluruhan cenderung memiliki tingkat kecerdasan yg lebih tinggi," kata Dr Saskia Hagenaars, dari University of Edinburgh.
Meski demikian ada juga keadaan kesehatan yg terkait dengan inteligensia yakni risiko skizofrenia, serta austime dan gangguan bipolar.
Peneliti juga menekankan bahwa faktor lingkungan pun mempengaruhi kesehatan seseorang dari waktu ke waktu. Sehingga buat sehat seharusnya tak cuma mengandalkan genetika yan dimiliki.
Penelitian ini diterbitkan di jurnal Science Molecular.
(vit/vit)
Sumber: http://health.detik.com
Adalah peneliti dari University of Edinburgh yg melakukan penelitian bagi mencari keterkaitan kecerdasan sejak lahir dengan kesehatan yg bersangkutan. Menurut peneliti, jawaban dari keterkaitan beberapa hal tersebut adalah gen. Bahwa gen yg membuat seseorang cerdas juga dapat melindungi mereka dari penyakit.
Orang yg memiliki kemampuan mengingat yg baik serta penalaran verbal yg baik cenderung lebih sedikit peluangnya memiliki gen yg terkait dengan tekanan darah tinggi, juga penyakit seperti Alzheimer dan diabetes. Ini ditemukan pada mereka yg memiliki otak lebih besar.
Kesimpulan ini diambil setelah peneliti menganalisis data dari lebih dari 100.000 orang yg berusia 40-73 tahun. Dalam penelitian, peneliti membandingkan data uji mental setiap orang dengan genomnya. Salah satunya ditemukan bahwa orang-orang dengan banyak gen terkait penyakit jantung cenderung memiliki tingkat penalaran yg rendah.
Baca juga: Simpel, Tapi Cara Ini Bikin Ortu Tetap Dekat dengan Anak Meski Sibuk Kerja
Meskipun memang peneliti mengakui menemukan dua hal yg tumpang tindih dalam penelitian ini. Demikian dikutip dari Telegraph, Minggu (14/2/2016).
Sebelumnya peneliti berpendapat faktor-faktor sosial-ekonomilah yg berperan dalam hubungan antara pendidikan rendah dan kesehatan yg buruk. Namun studi baru ini memperlihatkan bahwa genetika juga berperan. Sehingga orang cerdas yg memiliki latar belakang miskin mampu saja lebih sehat ketimbang oran g kaya yg kurang cerdas.
"Studi ini mendukung teori yg menyampaikan bahwa orang-orang dengan kesehatan yg lebih baik secara keseluruhan cenderung memiliki tingkat kecerdasan yg lebih tinggi," kata Dr Saskia Hagenaars, dari University of Edinburgh.
Meski demikian ada juga keadaan kesehatan yg terkait dengan inteligensia yakni risiko skizofrenia, serta austime dan gangguan bipolar.
Peneliti juga menekankan bahwa faktor lingkungan pun mempengaruhi kesehatan seseorang dari waktu ke waktu. Sehingga buat sehat seharusnya tak cuma mengandalkan genetika yan dimiliki.
Penelitian ini diterbitkan di jurnal Science Molecular.
(vit/vit)
Sumber: http://health.detik.com