Selasa, 23 Februari 2016

test: Studi: Sampel Virus Ada Di 1-5 Persen Hewan Pembawa Penyakit Di Indonesia

Studi: Sampel Virus Ada Di 1-5 Persen Hewan Pembawa Penyakit Di Indonesia


Jakarta, Untuk menanggulangi kemungkinan munculnya penyakit-penyakit dari hewan yg mampu menulari manusia, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI memiliki tempat khusus bagi meneliti vektor di Salatiga, Jawa Tengah.

Sepanjang tahun 2015 setidaknya para peneliti dari Kementerian Kesehatan sudah berhasil mengumpulkan lebih dari 118 ribu nyamuk, 1.000 tikus, dan 1.200 kelelawar. Sampel diambil dari empat provinsi yakni Papua, Sumatra Selatan, Jawa Tengah, serta Sulawesi Tengah. Penelitian yg masih di tahap pertama ini direncanakan mulai selalu berlangsung sampai tahun 2017 mencakup semua wilayah Indonesia.

Semakin terbukanya jalur dahulu lintas yg ada ketika ini membuat transmisi penyakit bersumber binatang menjadi lebih gampang tidak jauh berbe da seperti transmisi dari orang ke orang. Oleh karena itu riset khusus vektor dapat diibaratkan seperti 'penjaga gerbang' yg dapat mendeteksi dan menangkal kemungkinan masuknya penyakit menular baru lewat binatang.

"Pada tahap pertama ini kita menemukan dari semua sampel ada 1-5 persen membawa virus. Jumlahnya memang sedikit tetapi kalian harus tetap waspada," kata Kepala Penelitian dan Pengembangan Kesehatan dr Siswanto, MHP, DPM, saat meresmikan gedung Biorepository Vektor dan Reservoir Penyakit, Salatiga, Jawa Tengah, Selasa (23/2/2016).



Baca juga: Kepunahan Nyamuk Bukan Solusi Tangkal DBD, Zika dan Malaria 

"Penelitian ini utama karena kami jadi dapat memetakan spesies nyamuk, tikus, dan kelelawar di Indonesia dan penyakit apa yg di bawa. Kita dapat tahu perilaku hewan-hewan ini," lanjut Siswanto.

Ke depannya diharapkan studi mampu menghasilkan data yg bisa menolong pemerintah merumuskan kebijakan kesehatan. Hal ini terutama terkait dengan persoalan penyakit yg tiap tahun tetap mampu mengancam membuat kejadian luar biasa seperti misalnya saja demam berdarah dengue (DBD).

Baca juga: Saktinya Para Nyamuk, Puluhan Tahun Dibasmi Tapi Nir Punah-punah (fds/up)
Sumber: http://health.detik.com

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : test: Studi: Sampel Virus Ada Di 1-5 Persen Hewan Pembawa Penyakit Di Indonesia