Terlalu Asyik Dengan Ponsel, Awas Bisa 'Tuli Sesaat'
Lewat sebuah riset berskala kecil, tim peneliti dari University College London mengungkap ketika seseorang sedang berkonsentrasi pada satu yg bersifat visual, semisal bermain ponsel atau sibuk berinteraksi di media sosial maka otak mulai 'mengimbanginya' dengan hal lain.
Konsentrasi pada suatu hal membuat seseorang kehilangan kemampuan dengar, semacam tuli sementara. Hal ini dibuktikan dengan menganalisis aktivitas otak 13 sukarelawan secara real time ketika mereka diminta melakukan kegiatan yg bersifat visual, merupakan mengamati sebuah surat.
Di keti ka yg bersamaan, peneliti juga memainkan suara-suara tertentu sebagai latar belakang kegiatan mereka. Ternyata semakin partisipan serius mengamati surat tersebut, maka ia semakin tidak mampu mendengar suara yg dimainkan di belakangnya.
Baca juga: Bisa Hambat Belajar, Jangan Diamkan Telinga Anak yg Tuli Sebelah
"Dari hasil scan kelihatan orang-orang tak cuma mengabaikan suara, tapi sejak awal mereka tak mendengar suara-suara itu," kata salah sesuatu peneliti Maria Chait, PhD seperti dikutip dari Health.com, Senin (22/2/2016).
Chait menerangkan, normalnya, telinga mengirimkan keterangan ke otak terkait input suara tadi, dulu otak menerimanya dan membawa keterangan tersebut ke alam sadar manusia.
"Tetapi seandainya otak tak bisa memproses input ini, karena otak telah kadung disibukkan oleh kegiatan atau input lain, maka sinyal yg dikirimkan otak tadi takkan terdengar," urainya.
Oleh peneliti, keadaan semacam ini disebut dengan 'inattentional deafness', atau ketulian yg tak disengaja. Dengan kata lain, otak tak mampu memberikan respons secara berimbang bila ada stimulasi suara dan visual sekaligus. "Otak dipaksa buat memilih harus memproses yg sama, telinga atau mata," simpulnya.
Ini berarti, indera penglihatan dan indera pendengaran manusia bergantung pada 'sumber daya' yg sama di otak. Tetapi sayangnya 'sumber daya' ini terbatas dan cuma mampu digunakan oleh salah sesuatu kegiatan saja.
Fenomena ini juga kadang terjadi dalam kehidupan sehari-hari, seperti ketika seseorang tidak mampu mendengar bis yg ditunggunya datang ketika membaca buku atau saat seseorang tidak dapat mendengar panggilan kalian saat sedang menonton TV.
Peneliti menambahkan, seseorang sebenarnya dapat tetap mendengar suara asalkan kegiatan visual yg tengah ditekuninya terasa lebih ringan untuk otak.
Baca juga: Hati-hati Mengeluarkan Ingus, Terlalu Semangat Dapat Merusak Pendengaran(lll/vit)
Sumber: http://health.detik.com
Lewat sebuah riset berskala kecil, tim peneliti dari University College London mengungkap ketika seseorang sedang berkonsentrasi pada satu yg bersifat visual, semisal bermain ponsel atau sibuk berinteraksi di media sosial maka otak mulai 'mengimbanginya' dengan hal lain.
Konsentrasi pada suatu hal membuat seseorang kehilangan kemampuan dengar, semacam tuli sementara. Hal ini dibuktikan dengan menganalisis aktivitas otak 13 sukarelawan secara real time ketika mereka diminta melakukan kegiatan yg bersifat visual, merupakan mengamati sebuah surat.
Di keti ka yg bersamaan, peneliti juga memainkan suara-suara tertentu sebagai latar belakang kegiatan mereka. Ternyata semakin partisipan serius mengamati surat tersebut, maka ia semakin tidak mampu mendengar suara yg dimainkan di belakangnya.
Baca juga: Bisa Hambat Belajar, Jangan Diamkan Telinga Anak yg Tuli Sebelah
"Dari hasil scan kelihatan orang-orang tak cuma mengabaikan suara, tapi sejak awal mereka tak mendengar suara-suara itu," kata salah sesuatu peneliti Maria Chait, PhD seperti dikutip dari Health.com, Senin (22/2/2016).
Chait menerangkan, normalnya, telinga mengirimkan keterangan ke otak terkait input suara tadi, dulu otak menerimanya dan membawa keterangan tersebut ke alam sadar manusia.
"Tetapi seandainya otak tak bisa memproses input ini, karena otak telah kadung disibukkan oleh kegiatan atau input lain, maka sinyal yg dikirimkan otak tadi takkan terdengar," urainya.
Oleh peneliti, keadaan semacam ini disebut dengan 'inattentional deafness', atau ketulian yg tak disengaja. Dengan kata lain, otak tak mampu memberikan respons secara berimbang bila ada stimulasi suara dan visual sekaligus. "Otak dipaksa buat memilih harus memproses yg sama, telinga atau mata," simpulnya.
Ini berarti, indera penglihatan dan indera pendengaran manusia bergantung pada 'sumber daya' yg sama di otak. Tetapi sayangnya 'sumber daya' ini terbatas dan cuma mampu digunakan oleh salah sesuatu kegiatan saja.
Fenomena ini juga kadang terjadi dalam kehidupan sehari-hari, seperti ketika seseorang tidak mampu mendengar bis yg ditunggunya datang ketika membaca buku atau saat seseorang tidak dapat mendengar panggilan kalian saat sedang menonton TV.
Peneliti menambahkan, seseorang sebenarnya dapat tetap mendengar suara asalkan kegiatan visual yg tengah ditekuninya terasa lebih ringan untuk otak.
Baca juga: Hati-hati Mengeluarkan Ingus, Terlalu Semangat Dapat Merusak Pendengaran(lll/vit)
Sumber: http://health.detik.com