Rabu, 03 Februari 2016

test: Tidak Dianggap Penting, Pelupa Sering Tak Dilaporkan Ke Dokter

Tidak Dianggap Penting, Pelupa Sering Tak Dilaporkan Ke Dokter


Jakarta, Sesuatu yg dianggap tak mendesak biasanya tak menjadi prioritas untuk seseorang. Termasuk soal gangguan kesehatan, utamanya bila berkaitan dengan gangguan ingatan.

Sebuah studi terbaru yg dipublikasikan dalam jurnal Preventing Chronic Disease punya Centers for Disease Control and Prevention mengungkapkan, cuma 1 dari 4 orang dewasa yg mengeluh mengalami gangguan ingatan saat melakoni check-up rutin.

Angka ini didasarkan pada pengamatan terhadap 10.267 orang berumur 45 tahun ke atas dari 21 negara bagian. Hasilnya, hampir 75 persen lainnya tak mau mengungkit-ungkit hal ini di depan dokter, padahal mereka jelas-jelas tahu ada masalah, misal bila gangguan ingatan itu sudah mempengaruhi keseharian atau pekerjaan mereka.

"Ini sama juga den gan melewatkan kesempatan yg ada bagi menentukan ada tidaknya gangguan ingatan pada orang-orang paruh baya," tulis peneliti, seperti dikutip dari CBS News, Rabu (3/2/2016).

Baca juga: Sulit Mengingat Nama dan Wajah? Coba Tidur Lebih Nyenyak Malam Ini

Dr Douglas Scharre, direktur divisi neurologi kognitif di Ohio State University Wexner Medical Center menambahkan, ada banyak alasan yg dikemukakan orang-orang yg menghindari perbincangan tentang gangguan memori dengan dokter.

Pertama, rasa malu. "Kalau cuma arthritis, keluarga dan teman-teman mereka mulai memahami. Tapi kalau gangguan memori, mereka mengira banyak yg salah paham dengan kondisi ini," terang Scharre.

Kedua, orang-orang dengan gejala demensia atau Alzheimer dini biasanya memang tak menyadari seandainya mereka mengalaminya. Yang lebih tahu tentu keluarga dan teman-teman dekat mereka.

Sedangkan yg ketiga adalah, dua dari mereka mengang gap gangguan ingatan adalah bagian dari proses penuaan atau normal-normal saja, jadi tak perlu sampai harus mengutarakannya kepada dokter.

Baca juga: Mendadak Lupa Password? Pejamkan Mata, Otak Bakal Lebih Cepat Mengingat

Menariknya, dokter juga enggan menanyakan atau memancing diskusi tentang gangguan ingatan dengan pasien paruh baya. Setidaknya inilah yg ditemukan Dr R Scott Turner, direktur Memory Disorders Program, Georgetown University Medical Center.

"Mereka cuma milik waktu dua menit dengan si pasien, jadi mereka ingin mengatasi isu-isu yg lebih mendesak seperti diabetes dan tekanan darah," jelas Turner.

Turner menambahkan, perbincangan tentang gangguan memori ini juga cenderung dihindari karena pasien merasa tidak banyak yg mampu dikerjakan bagi menanganinya. Padahal, bila pasien mau mendiskusikannya, maka dokter mampu menolong mencarikan solusi sebab gejala demensia atau Alzheimer sekalipun masih mamp u diobati bila terdeteksi sejak dini.

Dokter yg merasa tidak milik waktu buat berdiskusi tentang gangguan ingatan, juga dapat melakukan sejumlah pengecekan yg berkaitan dengan gangguan ingatan, seperti konsumsi obat pasien, ada tidaknya gangguan tiroid atau apakah pasien kekurangan vitamin B atau tidak.

Turner juga mengungkapkan, pasien dengan diagnosis depresi dan kecacatan fisik biasanya juga rentan mengalami gangguan ingatan.

(lll/vit)
Sumber: http://health.detik.com

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : test: Tidak Dianggap Penting, Pelupa Sering Tak Dilaporkan Ke Dokter